Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kota Pekalongan tahun 2024 sebesar 6,71 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang 6,81 persen dengan pertumbuhan -1,47 persen. Jumlah penduduk miskin juga sedikit turun menjadi 21.160 orang dari 21.360 orang tahun sebelumnya, sementara jumlah penduduk Kota Pekalongan sedikit naik menjadi 318.182 jiwa dari 317.535 jiwa.
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Kota Pekalongan tertinggi di tahun 2008 sebesar 10,29 persen dan terendah di tahun 2005 sebesar 6,37 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di tahun 2008 dengan 55,44 persen, sedangkan terendah di tahun 2005 dengan -6,46 persen. Dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (6,84 persen) dan 5 tahun terakhir (7,07 persen), angka kemiskinan 2024 lebih rendah. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 367, sedikit meningkat dari rank 373 di tahun 2004.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bengkalis Periode 2004 - 2024)
Kota Pekalongan memiliki persentase kemiskinan 6,71 persen, berada di antara Kabupaten Tegal (6,81 persen) dan Kabupaten Jepara (6,09 persen). Jumlah penduduk miskin Kota Pekalongan jauh lebih kecil dibandingkan kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Tegal yang memiliki 98.020 orang penduduk miskin. Kabupaten Kudus memiliki pendapatan per kapita tertinggi sebesar 145,6 juta rupiah per tahun di antara kelompok ini.
Kabupaten Jepara
Rank seindonesia persentase kemiskinan Kabupaten Jepara tahun 2024 adalah 399, lebih rendah dari Kota Pekalongan. Persentase kemiskinan sebesar 6,09 persen dengan pertumbuhan -7,81 persen, jumlah penduduk miskin 80.840 orang, dan jumlah penduduk 1.275.501 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 503,83 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 32,90 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kudus
Rank seindonesia persentase kemiskinan Kabupaten Kudus adalah 337, lebih tinggi dari Kota Pekalongan. Persentase kemiskinan sebesar 7,23 persen dengan pertumbuhan 0,81 persen, jumlah penduduk miskin 65.690 orang, dan jumlah penduduk 874.796 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 550,08 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita tertinggi sebesar 145,60 juta rupiah per tahun di kelompok ini.
Kota Magelang
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Demak Menurut Sektor pada 2024)
Rank seindonesia persentase kemiskinan Kota Magelang adalah 403, paling rendah di antara kelompok ini. Persentase kemiskinan sebesar 5,94 persen dengan pertumbuhan -2,68 persen, jumlah penduduk miskin 7.250 orang, dan jumlah penduduk 128.591 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 626,61 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 96,56 juta rupiah per tahun.
Kota Salatiga
Rank seindonesia persentase kemiskinan Kota Salatiga adalah 456, terendah di antara semua kabupaten tetangga. Persentase kemiskinan sebesar 4,57 persen dengan pertumbuhan -0,85 persen, jumlah penduduk miskin 9.330 orang, dan jumlah penduduk 198.372 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 596,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 89,83 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Semarang
Rank seindonesia persentase kemiskinan Kabupaten Semarang adalah 349, lebih tinggi dari Kota Pekalongan. Persentase kemiskinan sebesar 6,96 persen dengan pertumbuhan -1,89 persen, jumlah penduduk miskin 76.870 orang, dan jumlah penduduk 1.085.196 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 520,64 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 60,18 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tegal
Rank seindonesia persentase kemiskinan Kabupaten Tegal adalah 363, sedikit lebih tinggi dari Kota Pekalongan. Persentase kemiskinan sebesar 6,81 persen dengan pertumbuhan -6,67 persen, jumlah penduduk miskin 98.020 orang (paling banyak di kelompok ini), dan jumlah penduduk 1.727.497 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 497,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 28,49 juta rupiah per tahun.