Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Pekalongan sebesar 6,71 persen pada tahun 2024. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,81 persen. Dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 21.160 jiwa dari total penduduk 318.182 jiwa, Kota Pekalongan menempati peringkat 367 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan.
Secara historis, persentase kemiskinan di Kota Pekalongan fluktuatif dalam dua dekade terakhir. Angka tertinggi terjadi pada tahun 2008, mencapai 10,29 persen, sementara angka terendah tercatat pada tahun 2005 sebesar 6,37 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008, melonjak sebesar 55,44 persen, sedangkan penurunan terdalam terjadi pada tahun 2013, anjlok turun 12,78 persen. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024), angka saat ini sedikit lebih tinggi.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pakpak Bharat Periode 2004 - 2024)
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, Kota Pekalongan berada di antara Kabupaten Jepara dan Kabupaten Tegal dalam hal persentase kemiskinan. Kabupaten Jepara memiliki persentase kemiskinan 6,09 persen, sedangkan Kabupaten Tegal mencatat 6,81 persen. Jumlah penduduk miskin di Kota Pekalongan juga relatif lebih kecil dibandingkan Kabupaten Jepara (80.840 jiwa) dan Kabupaten Tegal (98.020 jiwa).
Kabupaten Jepara
Kabupaten Jepara dengan persentase kemiskinan 6,09% menduduki peringkat 399 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Jepara mencapai 80.840 jiwa dari total populasi 1.275.501 jiwa. Garis kemiskinan di Jepara tercatat sebesar Rp 503.832,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Jepara mencapai Rp 32,90 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Jepara menunjukkan angka positif sebesar 1,43%, meskipun pertumbuhan kemiskinan mengalami penurunan turun 7,87%. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan ekonomi di wilayah tersebut.
Kabupaten Kudus
Dengan persentase kemiskinan 7,23% dan berada di peringkat 337 se-Indonesia, Kabupaten Kudus memiliki jumlah penduduk miskin sebesar 65.690 jiwa. Jumlah ini berasal dari total penduduk 874.796 jiwa. Garis kemiskinan di Kudus ditetapkan sebesar Rp 550.075,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Kudus cukup tinggi, mencapai Rp 145,60 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kudus stabil di angka 0,37%, namun pertumbuhan kemiskinan menunjukkan sedikit penurunan turun 0,14%.
(Baca: 7,41% Penduduk di Kabupaten Sinjai Masuk Kategori Miskin)
Kota Magelang
Kota Magelang mencatatkan persentase kemiskinan 5,94%, menempatkannya pada peringkat 403 di Indonesia. Dengan jumlah penduduk miskin hanya 7.250 jiwa dari total populasi 128.591 jiwa, menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif baik. Garis kemiskinan di Kota Magelang adalah yang tertinggi di antara wilayah perbandingan, mencapai Rp 626.614,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita juga cukup tinggi, mencapai Rp 96,56 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di kota ini stabil, dengan angka 0,34%, sementara pertumbuhan kemiskinan menunjukkan penurunan signifikan turun 2,78%.
Kota Salatiga
Kota Salatiga memiliki persentase kemiskinan 4,57% dan menduduki peringkat 456 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Salatiga tercatat hanya 9.330 jiwa dari total populasi 198.372 jiwa. Garis kemiskinan di Salatiga sebesar Rp 596.659,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Salatiga mencapai Rp 89,83 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di kota ini justru negatif, yakni -1,18%, sementara pertumbuhan kemiskinan juga menunjukkan penurunan turun 1,93%.
Kabupaten Semarang
Kabupaten Semarang memiliki persentase kemiskinan 6,96% dan berada di peringkat 349 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 76.870 jiwa dari total populasi 1.085.196 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Semarang adalah Rp 520.639,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Kabupaten Semarang sebesar Rp 60,18 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di wilayah ini cukup tinggi, mencapai 1,37%, sementara pertumbuhan kemiskinan menunjukkan penurunan signifikan turun 2,93%.
Kabupaten Tegal
Kabupaten Tegal mencatatkan persentase kemiskinan 6,81% dan berada di peringkat 363 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Tegal mencapai 98.020 jiwa dari total populasi 1.727.497 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Tegal sebesar Rp 497.315,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di wilayah ini relatif rendah, mencapai Rp 28,49 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tegal cukup tinggi, mencapai 1,34%, namun pertumbuhan kemiskinan mengalami penurunan signifikan turun 6,71%.