Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Tanjung Balai tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sebesar 11,97 persen. Angka ini turun sedikit dari tahun sebelumnya (12,21 persen) dengan selisih -0,24 persen dan pertumbuhan -1,97 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.250 orang, turun sedikit 200 orang dari tahun 2023. Jumlah penduduk wilayah ini 186.150 jiwa, naik 4.767 jiwa dengan pertumbuhan 2,63 persen. Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-170 dan rank pulau Sumatera ke-44.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung Periode 2004 - 2024)
Data historis kemiskinan Kota Tanjung Balai periode 2004-2024 menunjukkan angka tertinggi di tahun 2008 (18,35 persen) dan terendah di tahun 2024 (11,97 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah di 2007 (-17,24 persen) dan tertinggi di 2008 (59,29 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 12,21 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 12,67 persen. Rank seindonesia berfluktuasi dari 268 di 2004 ke 170 di 2024, dengan penurunan signifikan setelah tahun 2008.
Dibandingkan kabupaten kota tetangga di Sumatera Utara, persentase kemiskinan Kota Tanjung Balai (11,97 persen) lebih rendah dari Kota Gunung Sitoli (14,72 persen), Kabupaten Nias Selatan (16,32 persen), dan Kabupaten Nias (14,89 persen). Namun, angka ini lebih tinggi dari Kabupaten Samosir (11,63 persen), Kota Sibolga (11,39 persen), dan Kabupaten Tapanuli Tengah (11,8 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak dari Kota Sibolga dan Samosir, tapi lebih sedikit dari Nias Selatan dan Tapanuli Tengah.
Kota Gunung Sitoli
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-102, dengan angka 14,72 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.160 orang, dengan pertumbuhan 0,59 persen. Jumlah penduduk wilayah ini 138.184 jiwa, pertumbuhan 0,33 persen. Pendapatan per kapita sebesar 50,42 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 4,03 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 493,64 ribu rupiah per kapita per bulan, pertumbuhan 7,36 persen. Angka kemiskinan turun sedikit dari tahun sebelumnya, namun masih lebih tinggi dibanding Kota Tanjung Balai.
Kabupaten Nias Selatan
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-84, dengan angka 16,32 persen (tertinggi di antara wilayah perbandingan). Jumlah penduduk miskin mencapai 54.480 orang, dengan pertumbuhan 0,35 persen. Jumlah penduduk wilayah ini 369.370 jiwa, pertumbuhan 0,24 persen. Pendapatan per kapita terendah di grup ini, sebesar 23,41 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 4,43 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 406,43 ribu rupiah per kapita per bulan, pertumbuhan 6,97 persen. Meskipun jumlah penduduknya besar, pendapatan per kapita yang rendah menyebabkan persentase kemiskinan tinggi dibanding Kota Tanjung Balai.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Katolik di Kota Tidore Kepulauan 2015-2024)
Kabupaten Nias
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-100, dengan angka 14,89 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 21.740 orang, dengan pertumbuhan -1,14 persen (turun sedikit). Jumlah penduduk wilayah ini 147.614 jiwa, pertumbuhan 0,73 persen. Pendapatan per kapita sebesar 34,09 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 7,82 persen (tertinggi di grup). Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 520,02 ribu rupiah per kapita per bulan, pertumbuhan 7,1 persen. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi membantu menurunkan jumlah penduduk miskin meskipun garis kemiskinan juga naik, namun angka kemiskinan masih lebih tinggi dibanding Kota Tanjung Balai.
Kabupaten Samosir
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-187, dengan angka 11,63 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.850 orang, dengan pertumbuhan -0,07 persen (turun sangat sedikit). Jumlah penduduk wilayah ini 148.123 jiwa, pertumbuhan 2,87 persen (tertinggi di grup). Pendapatan per kapita sebesar 42,64 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 6,55 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 455,40 ribu rupiah per kapita per bulan, pertumbuhan 6,93 persen. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak meningkatkan jumlah miskin berarti, menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang membuat angka kemiskinan lebih rendah dibanding Kota Tanjung Balai.
Kota Sibolga
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-194, dengan angka 11,39 persen (terendah di grup). Jumlah penduduk miskin mencapai 9.990 orang, dengan pertumbuhan -0,3 persen (turun sedikit). Jumlah penduduk wilayah ini 99.747 jiwa, pertumbuhan 2,6 persen. Pendapatan per kapita tertinggi di grup, sebesar 78,49 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 5,03 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 612,82 ribu rupiah per kapita per bulan, pertumbuhan 7,85 persen (tertinggi di grup). Pendapatan per kapita yang tinggi menjadi faktor utama persentase kemiskinan yang rendah meskipun garis kemiskinan juga tinggi, membuatnya lebih baik dibanding Kota Tanjung Balai.
Kabupaten Tapanuli Tengah
Rank seindonesia persentase kemiskinan ke-181, dengan angka 11,8 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 49.210 orang, dengan pertumbuhan 4,5 persen (tertinggi di grup). Jumlah penduduk wilayah ini 367.798 jiwa, pertumbuhan 0,22 persen (terendah di grup). Pendapatan per kapita sebesar 34,62 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 6,03 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 527,23 ribu rupiah per kapita per bulan, pertumbuhan 7,65 persen. Meskipun pendapatan per kapita naik, jumlah penduduk miskin meningkat karena pertumbuhan penduduk miskin yang lebih cepat dari pertumbuhan penduduk umum, namun angka kemiskinan masih lebih rendah dibanding Kota Tanjung Balai.