Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 7,93 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya yang sebesar 8,03 persen dengan pertumbuhan minus 1,25 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 35.020 jiwa, berkurang 160 jiwa dari periode tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Kendari | 2004 - 2025)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi sebesar 19,80 persen pada tahun 2006. Angka terendah sepanjang catatan sejarah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar naik 18,01 persen pada tahun 2013, dan turun terbesar sebesar 20,41 persen pada tahun 2008.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Sintang secara nasional saat ini berada di urutan 290 dari total 514 kabupaten kota di Indonesia. Dalam 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 8,05 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,40 persen. Secara umum angka kemiskinan menunjukkan pergerakan turun dalam lima tahun terakhir.
Dari perbandingan dengan kabupaten berdekatan di Provinsi Kalimantan Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Sintang berada di antara Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Dari total 6 kabupaten pembanding, hanya Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Landak yang memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi dari Kabupaten Sintang.
Kabupaten Bengkayang
Berada di urutan 394 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka saat ini tercatat 5,83 persen dan mengalami turun sebesar 2,83 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.090 jiwa, garis kemiskinan berada pada angka 454,77 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 43,29 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kapuas Hulu
Memiliki ranking nasional persentase kemiskinan di urutan 333, dengan angka saat ini 6,86 persen dan mencatat penurunan sebesar 7,30 persen yang menjadi penurunan terbesar di antara seluruh kabupaten pembanding. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.470 jiwa, garis kemiskinan 579,45 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 57,84 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sukabumi | 2004 - 2025)
Kabupaten Kayong Utara
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 257, menjadi satu-satunya kabupaten pembanding yang mencatat kenaikan jumlah penduduk miskin pada periode terakhir. Persentase kemiskinan tercatat 8,75 persen, garis kemiskinan 404,38 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 46,49 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Ketapang
Menempati urutan 270 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 8,44 persen, dan menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat kenaikan jumlah penduduk miskin pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin tercatat 46.820 jiwa, garis kemiskinan 591,62 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 73,60 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Landak
Berada di urutan 250 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka 8,90 persen, menjadi angka persentase kemiskinan tertinggi di antara seluruh kabupaten dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 497,26 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,35 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sambas
Memiliki peringkat nasional persentase kemiskinan di urutan 358 dengan angka 6,37 persen, mencatat penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2,23 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 35.070 jiwa, garis kemiskinan 542,37 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 46,82 juta rupiah per tahun.