Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Malam Ini, Tinggi Abu Sekitar 200 Meter
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Selasa (5/8/2025) pukul 18.46 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 4 kali.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 200 meter di atas puncak atau 1.623 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14 milimeter dan durasi 47 detik.
(Baca: Tren Letusan Gunung Berapi dalam Beberapa Tahun Terakhir)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 5 Agustus 2025 pukul 12.00-18.00 WITA menunjukkan terjadi 19 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11,7-30,7 milimeter dan lama gempa 41-54 detik. Kemudian, 35 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,2-9,3 milimeter dan lama gempa 27-41 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2025, MAGMA Indonesia telah merekam 5.473 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (2.195 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 209 kali.
(Baca: Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia)