Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Mimika Turun 2,17% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 16/05/2026 13:16 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah mencapai 20,85% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,24% dari tahun sebelumnya sebesar 22,09%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,17%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Mimika lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Mimika yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 20,85% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 7 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah, PoU di Kabupaten Mimika ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Nabire (20,19%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Deiyai (48,28%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Nabire: 20,19%
  2. Kabupaten Mimika: 20,85%
  3. Kabupaten Puncak Jaya: 25,1%
  4. Kabupaten Intan Jaya: 31,02%
  5. Kabupaten Paniai: 39,89%
  6. Kabupaten Dogiyai: 46,4%
  7. Kabupaten Puncak: 48,22%
  8. Kabupaten Deiyai: 48,28%

(Baca: 5 Provinsi dengan Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi 2024)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...