Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Garut pada tahun 2024 mencapai 33994 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, tercatat pergerakan nilai pengeluaran ini dimulai dari 21809 rupiah pada tahun 2018, lalu naik hingga 30496 rupiah pada tahun 2019, sedikit turun pada tahun 2020 dan 2021, lalu kembali naik secara bertahap hingga tahun 2024.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Riau 2015 - 2024)
Nilai pengeluaran perawatan kulit ini setara dengan 19,4 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk kategori kecantikan, dan hanya 17,7 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran barang dan jasa masyarakat, pengeluaran perawatan kulit hanya menyumbang 1,9 persen dari total pengeluaran bulanan per kapita warga Kabupaten Garut. Sementara untuk pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran perawatan kulit hanya sebesar 17,7 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita.
Berdasarkan data perbandingan se-provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut menempati urutan ke 27 dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Posisi ini menjadikan Kabupaten Garut sebagai wilayah dengan nilai pengeluaran perawatan kulit terendah di seluruh Jawa Barat. Di atas Kabupaten Garut berturut-turut terdapat Kabupaten Bandung Barat dengan nilai 34304 rupiah, Kota Banjar 43662 rupiah, Kabupaten Kuningan 44955 rupiah dan Kabupaten Cirebon 44966 rupiah.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, kenaikan tertinggi pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Garut terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 39,8 persen. Sementara penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan penurunan sebesar 15 persen. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yaitu periode 2022 sampai 2024 mencapai 11 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang hanya mencapai 5,2 persen per tahun.
Perbandingan Pengeluaran Bukan Makanan
(Baca: Harga Cabai Merah Keriting di Kalimantan Timur Rp.120,6 Ribu per Kg (Selasa, 2 Juni 2026))
Badan Pusat Statistik juga mencatat pengeluaran bukan makanan per kapita Kabupaten Garut pada tahun 2024 mencapai 436002 rupiah per bulan. Nilai ini mengalami pertumbuhan sebesar 29,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi ketiga di seluruh Jawa Barat untuk kategori ini. Meskipun demikian, Kabupaten Garut masih menempati urutan terakhir ke 27 di seluruh wilayah provinsi Jawa Barat untuk nilai total pengeluaran bukan makanan per kapita.
Perbandingan Pengeluaran Total Makanan dan Bukan Makanan
Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan gabungan, Kabupaten Garut mencatat nilai 1083997 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami sedikit penurunan sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi peringkat Kabupaten Garut untuk kategori ini tetap berada di urutan 27 atau terakhir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, tidak mengalami perubahan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbandingan Pengeluaran Makanan
Khusus kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Garut mencatat nilai 647995 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 24,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di wilayah Jawa Barat untuk kategori makanan. Meskipun mengalami kenaikan yang cukup besar, Kabupaten Garut masih menempati urutan ke 24 dari 27 wilayah di Jawa Barat untuk nilai pengeluaran makanan per kapita.
Kondisi Pertumbuhan Wilayah Lain
Sebagai perbandingan, Kota Bekasi yang menempati urutan pertama provinsi mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 188344 rupiah pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 6,5 persen. Kota Bandung berada di urutan ke 4 dengan nilai 125413 rupiah dan pertumbuhan 16 persen. Sementara Kabupaten Cianjur mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit tertinggi se-Jawa Barat pada tahun 2024 yaitu sebesar 53,2 persen. Semua informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.