527 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Selasa, 20 Januari 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 20/01/2026 11:02 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 527 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 368 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Selasa (20/1/2026) pukul 11.02 WIB. Dari 527 titik panas terdeteksi, 14 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 509 titik skala sedang, dan 4 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Meski Sudah Diguyur Hujan, Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 137 titik. Kalimantan Tengah menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 107 titik. Papua Tengah berada di posisi ketiga sebanyak 73 titik panas.

Sebanyak 39 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Kalimantan Timur menyusul dengan 30 titik panas, serta Sulawesi Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing memiliki 23 dan 22 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Kedua di Dunia (Jumat, 17 Juni 2022))

Data Populer

Loading...