Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Palopo Sulawesi Selatan periode semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 7,18 persen, turun sedikit 0,17 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk miskin mencapai 14.310 jiwa, berkurang 120 jiwa dibandingkan catatan 2024. Wilayah ini berada di peringkat 320 secara nasional dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi Kota Palopo tercatat pada tahun 2006 sebesar 12,92 persen. Angka terendah dicapai pada tahun 2025 ini. Rata-rata persentase 3 tahun terakhir sebesar 7,41 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 7,77 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tercepat terjadi pada tahun 2009 dengan penurunan 7,64 persen.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Di wilayah Sulawesi Selatan, Kota Palopo bersebelahan peringkat persentase kemiskinan dengan 6 kabupaten lain. Secara umum seluruh wilayah tercatat mengalami penurunan angka kemiskinan pada tahun terakhir. Berikut ulasan setiap wilayah dengan nilai indikator terdekat:
Kabupaten Bantaeng
Berada di peringkat 300 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,68 persen dengan penurunan 7,02 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.740 jiwa, sedikit lebih banyak dibandingkan Kota Palopo. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 453,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 68,61 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bulukumba
Peringkat 378 nasional menjadi yang terendah angka kemiskinan di kelompok ini dengan nilai 6,06 persen. Penurunan angka kemiskinan mencapai 9,69 persen, menjadi penurunan tercepat dibandingkan seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 861,73 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 47,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Gowa
(Baca: Update 2023: Jumlah Peserta Jaminan Kesehatan Nasional dari Pekerja Penerima Upah di Bengkulu 351,15 Ribu Perserta)
Wilayah ini menempati peringkat 345 secara nasional dengan persentase kemiskinan 6,64 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.040 jiwa, menjadi jumlah terbanyak di seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan sebesar 496,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 41,35 juta rupiah per tahun dan pertumbuhan pendapatan 9,48 persen.
Kabupaten Sinjai
Peringkat 308 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,41 persen dengan penurunan 5,24 persen pada periode laporan terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.440 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini menjadi yang terendah di kelompok ini yaitu 426,19 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 64,46 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Soppeng
Menempati peringkat 344 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 6,65 persen dengan penurunan 3,62 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 15.340 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 441,12 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat menjadi yang tertinggi di kelompok ini yaitu 72,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Takalar
Berada di peringkat 313 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,27 persen dengan penurunan 6,19 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.170 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 475,86 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 44,81 juta rupiah per tahun.