Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Manokwari Selatan tahun 2025 sebesar 26,52 persen. Angka ini sedikit turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 0,31 persen dengan pertumbuhan minus 1,16 persen. Jumlah penduduk wilayah ini tercatat 29.209 jiwa, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 7.750 jiwa.
(Baca: Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau Kabupaten Mukomuko Juli 2026: Naik 1,14%)
Selama periode 2015 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi pada 2015 sebesar 34,33 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025. Posisi ranking nasional wilayah ini berada di urutan 27 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Sepanjang 10 tahun terakhir posisi ranking tidak pernah keluar dari 30 besar kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi nasional.
Sepanjang tiga tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 27,05 persen. Sedangkan rata-rata lima tahun terakhir mencapai 27,8 persen. Angka tahun 2025 tercatat lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi pada 2018 dengan penurunan sebesar 9,26 persen, sedangkan satu-satunya kenaikan terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,45 persen.
Kabupaten Fak Fak
Berada di peringkat 54 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 19,86 persen. Tercatat sebanyak 17.040 jiwa penduduk masuk kategori miskin dari total 85.792 jiwa penduduk total. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 754,62 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,79 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan di wilayah ini turun sebesar 4,79 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Manokwari
(Baca: Desember 2024, Rata - Rata Upah di Riau Rp.19.619 per Jam)
Peringkat 61 nasional dengan persentase kemiskinan 17,38 persen, merupakan yang terendah dibanding seluruh kabupaten dalam daftar perbandingan ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 31.720 jiwa dari total penduduk 182.538 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat 57,89 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 849,55 ribu rupiah per kapita per bulan. Pada tahun terakhir angka kemiskinan turun sebesar 5,80 persen.
Kabupaten Pegunungan Arfak
Menempati peringkat 12 nasional dengan persentase kemiskinan 30,88 persen, menjadi yang tertinggi dalam daftar perbandingan provinsi Papua Barat. Dari total 38.408 jiwa penduduk, tercatat 11.860 jiwa masuk kategori miskin. Pendapatan per kapita hanya sebesar 9,12 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah dari seluruh kabupaten yang dibandingkan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 785,15 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Teluk Bintuni
Peringkat 33 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 25,34 persen. Tercatat 18.480 jiwa penduduk miskin dari total 72.935 jiwa penduduk keseluruhan. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita sangat tinggi yaitu 621,19 juta rupiah per tahun, menempati peringkat 4 tertinggi se-Indonesia. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 810,64 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Teluk Wondama
Berada di peringkat 24 nasional dengan persentase kemiskinan 27,57 persen. Dari total 36.857 jiwa penduduk, terdapat 10.160 jiwa yang masuk kategori miskin. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 41,28 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 766,19 ribu rupiah per kapita per bulan. Pada tahun terakhir angka kemiskinan di wilayah ini turun sebesar 3,16 persen.