Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 16,16 persen, turun sedikit 0,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penduduk miskin tercatat 54.290 jiwa, berkurang 190 jiwa dari periode 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Buton Selatan | 2016 - 2025)
Sepanjang catatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 35,89 persen pada tahun 2006. Angka terendah dalam seluruh periode tercatat pada tahun 2025 ini. Peringkat nasional wilayah ini saat ini berada di urutan 71 dari seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Dari data historis, rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 16,32 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di 16,47 persen. Peningkatan persentase kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2005 sebesar 8,37 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2008 sebesar 28,01 persen.
Kabupaten Nias Selatan menduduki peringkat 8 untuk tingkat persentase kemiskinan terendah di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Diantara 5 kabupaten/kota sekitar dengan tingkat kemiskinan berdekatan di Sumatera Utara, wilayah ini mencatatkan penurunan persentase kemiskinan sebesar 0,98 persen pada tahun terakhir.
Kota Gunung Sitoli
Wilayah ini berada di peringkat 99 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 13,85 persen, penurunan terjadi sebesar 5,91 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.050 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 521,96 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 51,84 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nias Barat
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan | 2010 - 2025)
Peringkat nasional persentase kemiskinan berada di urutan 42, dengan angka 22,47 persen yang turun sedikit 0,93 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.640 jiwa, garis kemiskinan sebesar 564,42 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini tercatat 26,95 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nias Utara
Urutan 48 nasional diraih untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai 20,79 persen, mengalami penurunan 3,30 persen pada tahun terakhir. Terdapat 29.650 jiwa penduduk miskin, dengan garis kemiskinan sebesar 551,43 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 31,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nias
Peringkat 91 nasional dicatatkan untuk persentase kemiskinan sebesar 14,51 persen, yang turun sebesar 2,55 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 21.230 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 541,02 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 35,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tapanuli Tengah
Peringkat 171 nasional diraih untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka 11,03 persen, penurunan terbesar di kelompok ini yaitu sebesar 6,53 persen. Terdapat 46.790 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 546,22 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,14 juta rupiah per tahun.