Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan tahun 2025 sebesar 2,91 persen. Angka ini turun 12,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin berkurang 780 jiwa menjadi total 5.770 jiwa. Saat ini kabupaten ini menempati peringkat 505 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Dompu Rp.38,11 Juta)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Tapin pernah mencapai titik tertinggi sebesar 10,14 persen pada tahun 2006. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 24,88 persen, sementara penurunan terbesar tercatat pada tahun 2025. Peringkat nasional kabupaten ini terus bergeser sejak tahun 2004 dari peringkat 354 menjadi 505 pada tahun ini.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Tapin sebesar 3,14 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 3,33 persen. Angka tahun 2025 berada sedikit lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata tersebut. Selama 21 tahun data tercatat, terjadi fluktuasi naik turun angka kemiskinan dengan penurunan yang konsisten hanya terjadi dalam 2 tahun terakhir berturut-turut.
Kabupaten Banjar
Berada di peringkat 508 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 2,74 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.920 jiwa dengan pertumbuhan angka kemiskinan naik 17,01 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini berada di angka 634,53 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 41,99 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita tahun ini tercatat 4,91 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Kutai Barat 95.129 dan Angka Pengangguran 5,21%)
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Peringkat 500 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 3,12 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 7.550 jiwa, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 7,69 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 598,55 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 43,97 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,08 persen.
Kabupaten Tanah Bumbu
Menempati peringkat 499 nasional persentase kemiskinan dengan angka tercatat 3,13 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.810 jiwa, mengalami penurunan 5,93 persen pada periode terakhir. Wilayah ini memiliki garis kemiskinan sebesar 660,03 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tertinggi di antara kelompok ini yaitu 110,38 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,83 persen.
Kabupaten Tanah Laut
Berada di peringkat 503 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka tercatat 3 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 10.830 jiwa, mengalami penurunan 19,79 persen pada tahun terakhir menjadi penurunan terbesar diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Garis kemiskinan tercatat 679,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 61,73 juta rupiah per tahun tumbuh 6,01 persen.