Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di Kalimantan Timur pada 2024 tercatat 16,52% menjadi Rp442,7 miliar. Dalam delapan tahun terakhir, PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan menurut provinsi menunjukkan tren kenaikan. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan menurut provinsi juga dalam tren naik.
Sebelumnya menurut rekam jejak delapan tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Timur pernah terjadi pada 2015 dengan pertumbuhan sebesar 30,97%. Adapun dalam enam tahun terakhir, PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 9,57%
(Baca: Jumlah Perceraian di Kalimantan Tengah Periode 2019-2024)
Urutan pertama adalah Jawa Barat, wilayah ini mencatatkan hingga Rp2.919,84 miliar. Provinsi ini mencatatkan peningkatan Rp85,89 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menyusul di urutan berikutnya adalah Banten. Periode yang sama tahun sebelumnya PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di provinsi ini tercatat Rp2.095,86 miliar.
Selanjutnya, PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di Jawa Timur naik 5,14% menjadi Rp2.118,98 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, DKI Jakarta dengan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan Rp2.098,49 miliar (naik 3,49%) dan Jawa Tengah dengan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan Rp1.330,52 miliar (naik 6,82%)
(Baca: Garis Kemiskinan Non Makanan Perdesaan Periode 2015-2025)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan dengan jumlah tertinggi:
- Jawa Barat Rp2.919,84 miliar
- Banten Rp2.194,07 miliar
- Jawa Timur Rp2.118,98 miliar
- DKI Jakarta Rp2.098,49 miliar
- Jawa Tengah Rp1.330,52 miliar
- Sumatera Utara Rp646.93 miliar
- Kep. Riau Rp572.48 miliar
- Kalimantan Timur Rp442,7 miliar
- Sulawesi Selatan Rp436.51 miliar
- Sumatera Selatan Rp428.61 miliar