Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, turun sedikit menjadi 13,88 persen pada tahun 2024. Angka ini lebih rendah dibanding tahun 2023 sebesar 14,39 persen, dengan selisih penurunan 0,51 persen. Jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi 72.920 orang, sementara total penduduk naik sedikit menjadi 541.319 jiwa. Pertumbuhan kemiskinan turun sebesar 3,54 persen, dengan peringkat 125 se-Indonesia dan 19 di pulau Nusa Tenggara dan Bali.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Batang Hari Periode 2004 - 2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Bima mencapai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 27,4 persen, dan terendah pada tahun 2024 sebesar 13,88 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2005 sebesar 11,39 persen, dan terendah pada 2008 turun 13,26 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 14,26 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 14,41 persen. Peringkat nasional kemiskinan Bima bergeser dari 135 pada 2004 menjadi 125 pada 2024, menunjukkan perbaikan sedikit.
Dibandingkan kabupaten lain di NTB, persentase kemiskinan Kabupaten Bima (13,88 persen) lebih tinggi daripada Kabupaten Lombok Barat (12,65 persen), Sumbawa Barat (12,23 persen), dan Sumbawa (12,87 persen). Namun, angka ini lebih rendah daripada Kabupaten Lombok Timur (14,51 persen) dan jauh lebih rendah daripada Kabupaten Lombok Utara (23,96 persen). Jumlah penduduk miskin Bima lebih banyak daripada Lombok Utara dan Sumbawa Barat, tetapi lebih sedikit daripada Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa.
Kabupaten Lombok Barat
Berperingkat 149 se-Indonesia dalam persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 12,65 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 96.570 orang, dengan total penduduk 748.580 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp576,48 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp25,04 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 7,46 persen, sementara jumlah penduduk naik sedikit sebesar 1,48 persen.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku 2015 - 2024)
Kabupaten Lombok Timur
Wilayah ini berada di peringkat 106 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 14,51 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 185.030 orang, dengan total penduduk 1.427.856 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp583,96 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp18,59 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 7,17 persen, sedangkan jumlah penduduk naik sedikit sebesar 1,67 persen.
Kabupaten Lombok Utara
Berperingkat 39 se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan tertinggi di NTB sebesar 23,96 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 56.430 orang, dengan total penduduk 268.186 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp594,79 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp22,87 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 7,13 persen, sementara jumlah penduduk naik sedikit sebesar 2,2 persen.
Kabupaten Sumbawa Barat
Wilayah ini berada di peringkat 160 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 12,23 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 21.130 orang, dengan total penduduk 153.575 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp611,14 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita tertinggi di NTB sebesar Rp235,09 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 2,94 persen, sedangkan jumlah penduduk naik sedikit sebesar 3,36 persen.
Kabupaten Sumbawa
Berperingkat 148 se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 12,87 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 63.000 orang, dengan total penduduk 526.008 jiwa. Garis kemiskinan terendah di NTB sebesar Rp477,77 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp34,51 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit sebesar 6,53 persen, sementara jumlah penduduk naik sedikit sebesar 0,79 persen.