Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Konawe Capai 6,73% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 16/04/2026 08:46 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara sebesar 6,73% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,42% dari tahun sebelumnya sebesar 8,15%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,24%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Konawe lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Konawe yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,73% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, PoU di Kabupaten Konawe ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Kolaka (4,18%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Muna (17,1%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2025.

  1. Kabupaten Kolaka: 4,18%
  2. Kabupaten Konawe Utara: 5,08%
  3. Kabupaten Kolaka Utara: 5,13%
  4. Kabupaten Konawe: 6,73%
  5. Kota Kendari: 7,33%
  6. Kabupaten Kolaka Timur: 7,37%
  7. Kabupaten Wakatobi: 8,0%
  8. Kabupaten Bombana: 8,94%
  9. Kabupaten Buton Selatan: 9,93%
  10. Kota Bau Bau: 10,05%

(Baca: Kulon Progo, Wilayah Yogyakarta dengan Angka Kemiskinan Tertinggi Maret 2025)

Data Populer

Loading...