Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Tanjung Pinang tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 5,96 persen, turun 0,9 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini sebesar 13.470 jiwa, berkurang 1.920 jiwa dari 2024. Wilayah ini menempati peringkat 386 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Persentase Penduduk Melek Huruf Periode 2013-2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 14,85 persen pada tahun 2006. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada 2022 dengan penurunan 19,29 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2005 dengan kenaikan 27,31 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 6,92 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 8,82 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser sejak tahun 2020, dari peringkat 279 pada tahun 2020 menjadi peringkat 386 pada tahun 2025. Semakin tinggi angka peringkat berarti persentase kemiskinan lebih rendah.
Kabupaten Bintan
Wilayah ini berada di peringkat 439 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai 4,77 persen. Tercatat penurunan persentase kemiskinan sebesar 12,32 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 8.110 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 528,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 193,68 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Karimun
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Halmahera Barat | 2004 - 2025)
Peringkat 420 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,16 persen dengan penurunan 10,73 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebesar 12.560 jiwa. Garis kemiskinan berada pada 524,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 74,98 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Berada di peringkat 359 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Nilai persentase kemiskinan tercatat 6,35 persen, mengalami penurunan sedikit sebesar 4,80 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 2.860 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 540,80 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 399,58 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lingga
Wilayah ini menempati peringkat 247 secara nasional, memiliki persentase kemiskinan 9,12 persen. Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 8,71 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 8.240 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 596,56 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar 57,83 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Natuna
Peringkat 436 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 4,81 persen. Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 4,56 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 4.010 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 555,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 281,44 juta rupiah per tahun.