Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 5,96 persen, turun sebesar 13,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 1.920 jiwa, dari sebelumnya 15.390 jiwa menjadi 13.470 jiwa.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Kalimantan Barat Desember 2025: Naik Jadi Rp.622,88 Ribu per Kapita/Bulan)
Data historis periode 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 yaitu 14,85 persen. Angka 5,96 persen tahun 2025 merupakan nilai terendah sepanjang catatan data. Selama 21 tahun pencatatan, pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi tahun 2022 dengan angka penurunan 19,29 persen.
Saat ini Kota Tanjung Pinang berada pada peringkat 386 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Posisi ini bergeser sebanyak 26 peringkat dibandingkan tahun 2023, dan bergeser 26 peringkat lagi dibandingkan tahun 2024. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 7,59 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 8,72 persen.
Kabupaten Bintan
Berada di peringkat 439 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,77 persen dengan penurunan sebesar 12,32 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 8.110 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 528,55 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 193,68 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,27 persen.
Kabupaten Karimun
(Baca: 4,28% Penduduk di Kota Singkawang Masuk Kategori Miskin)
Peringkat 420 se-Indonesia menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 5,16 persen. Penurunan angka kemiskinan terjadi sebesar 10,73 persen pada periode terakhir, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 12.560 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 524,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 74,98 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Wilayah ini menempati peringkat 359 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 6,35 persen. Penurunan angka kemiskinan hanya terjadi sebesar 4,80 persen pada tahun terakhir, menjadi penurunan terkecil dibandingkan seluruh wilayah pembanding di Kepulauan Riau. Garis kemiskinan tercatat 540,80 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 399,58 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lingga
Menjadi wilayah dengan persentase kemiskinan tertinggi di kelompok pembanding, wilayah ini berada di peringkat 247 se-Indonesia dengan angka 9,12 persen. Penurunan angka kemiskinan terjadi sebesar 8,71 persen pada periode terakhir, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 8.240 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 596,56 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 57,83 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Natuna
Berada di peringkat 436 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,81 persen. Penurunan angka kemiskinan hanya terjadi sebesar 4,56 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 555,29 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 281,44 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,24 persen.