Kementerian LHK: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 64 Dalam 24 Jam Terakhir (Sabtu, 3 Januari 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 03/01/2026 11:36 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 64 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 23 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (3/1/2026) pukul 11.36 WIB. Dari 64 titik panas terdeteksi, 63 titik skala sedang dan 1 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Banjir, Bencana Alam yang Banyak Melanda Indonesia per September 2025)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sulawesi Tengah sebanyak 33 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 20 titik. Sulawesi Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 4 titik panas.

Sebanyak 2 titik panas terdeteksi di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara menyusul dengan 2 titik panas, serta Kalimantan Tengah dan Jawa Tengah masing-masing memiliki 1 dan 1 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Sempat Melonjak, Jumlah Kejadian Bencana Alam di RI Turun pada 2024)

Data Populer

Loading...