Menurut data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan volume ekspor SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya di Banten pada Desember 2025 tercatat 9,7% menjadi 2,75 juta ton. Sebelumnya menurut rekam jejak 14 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Banten pernah terjadi pada Mei 2024 dengan pertumbuhan sebesar 51,28%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi volume ekspor SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Statistik Nilai Ekspor SITC Kode 53 Bahan Celup dan Pewarna Lainnya Periode 2023-2025)
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total volume ekspor SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya seluruh Indonesia pada Desember 2025 mencapai 2,75 juta ton.
Volume ekspor SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya tersebut naik 9,41% dibandingkan bulan sebelumnya.
Urutan pertama adalah Banten, wilayah ini mencatatkan hingga 2,75 juta ton. Provinsi ini mencatatkan peningkatan 243,01 ribu ton dibandingkan dengan bulan sebelumnya. dan
(Baca: Statistik Nilai Ekspor SITC Kode 33 Minyak Bumi dan Hasil-Hasilnya Periode 2020-2023)
Berikutnya adalah Nusa Tenggara Timur yang mencatatkan volume ekspor SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya 3.380 ton lebih kecil periode yang sama bulan sebelumnya. Sedangkan untuk data bulanan, volume ekspor SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya di provinsi ini turun 65,19% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan volume ekspor SITC kode 53 bahan celup dan pewarna lainnya jumlah tertinggi:
- Banten 2,75 juta ton
- Nusa Tenggara Timur 3.380 ton