IHSG Makin Anjlok, Kini di Bawah Level 6.100 (Kamis, 21 Mei 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,54% ke level 6.094,94 pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026).
Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, anjloknya IHSG dipengaruhi respons pelaku pasar terhadap kebijakan pemerintah terkait pembentukan badan ekspor khusus sumber daya alam.
"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Pasar kalau ada ketidakpastian pasti takut, jadi menjual (saham) dahulu," kata Purbaya, diberitakan Katadata.co.id, Kamis (21/5/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto baru saja menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
PP baru ini mengatur agar ekspor sumber daya alam Indonesia dilakukan secara terpusat melalui badan usaha milik negara (BUMN).
"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, mulai dari minyak sawit, batu bara, dan paduan besi, kami wajibkan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai pengekspor tunggal," ujar Prabowo, diberitakan Katadata.co.id, Rabu (20/5/2026).
Prabowo meyakini kebijakan ini dapat mengoptimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan sumber daya alam.
(Baca: Pasang Surut Pendapatan Pemerintah dari Pungutan Ekspor)
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau 11 sektor saham dalam negeri terkoreksi hari ini.
Sektor energi jatuh paling dalam dengan penurunan hingga 6,91%, diikuti sektor barang baku dan barang konsumen non-primer yang masing-masing menyusut 6,53% dan 6,05%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 2,15 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 35,78 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp18,49 triliun.
Sebanyak 663 saham ditutup turun hari ini, lalu 88 saham naik, dan 69 saham stagnan.
Emiten top losers hari ini adalah BUKK dan IRSX yang sama-sama anjlok 15%, diikuti ENRG yang terkoreksi 14,98%.
Di sisi lain, emiten berkode SOTS menjadi top gainer setelah terbang 25%, diikuti BOBA yang naik 24,41% dan ENAK yang menguat 23,85%.
Bursa saham Asia sore ini ditutup variatif. Indeks Nikkei naik 3,14% ke 61.684,14; indeks Hang Seng turun 1,03% ke 25.386,52; indeks Shanghai turun 2,04% ke 4.077,28; dan indeks Strait Times naik 0,02% ke 5.045,71.
(Baca: IHSG Lanjut Melemah, Masih di Kisaran 6.300 (Rabu, 20 Mei 2026))
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.652 | +0.31 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |