Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Timur pada Desember 2025, berkurang 0,17 persen menjadi 6,78 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 7,24 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Data 2024: Jumlah Perceraian Sulawesi Tenggara 69 Kasus)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Update 2024: Jumlah Perceraian Jawa Tengah 21,83 Ribu Kasus)
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan. Adapun setelah enam semester pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kota Jakarta Timur.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 60 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Jakarta Timur dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 1,55 juta jiwa, pada 2024 kemudian mengalami penurunan menjadi 1,55 juta jiwa dan untuk 2025 tercatat sebanyak 1,55 juta jiwa.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Jakarta Timur dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 1,44 juta pekerja, pada 2024 kemudian mengalami penurunan menjadi 1,44 juta pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 1,46 juta pekerja.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Timur tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,17 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,47 persen .
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi DKI Jakarta pada 2025 yakni :
- Kabupaten Kepulauan Seribu 7,71 persen
- Kota Jakarta Timur 6,78 persen
- Kota Jakarta Pusat 6,09 persen
- Kota Jakarta Utara 6,03 persen
- Kota Jakarta Barat 6,03 persen
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kota Jakarta Selatan 5,14 persen
- Kota Jakarta Barat 6,03 persen
- Kota Jakarta Utara 6,03 persen
- Kota Jakarta Pusat 6,09 persen
- Kota Jakarta Timur 6,78 persen