Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Pertambangan dan Penggalian Lainnya Provinsi Sulawesi Tenggara pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 17902,88 Rp miliar. Sepanjang 16 periode tahun pengamatan sejak 2010, sektor ini menunjukkan tren naik konsisten dengan CAGR tahunan sebesar 10,93%, hanya mengalami satu kali kontraksi pada tahun 2020 turun 6,2%. Total peningkatan nilai selama 15 tahun mencapai 374,25% dari nilai awal tahun 2010.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Pagi Hari Diperdagangkan 309.45 Pound (Selasa, 01 September 2026))
Pada tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,35%. Angka pertumbuhan ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang mencapai 7,69%, juga lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,61%. Kenaikan nilai tahun 2025 tercatat sebesar 908,99 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan nilai 2025 sebagai nilai tertinggi yang pernah dicatat sepanjang riwayat data.
Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah pengamatan terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 13,52% dan penambahan nilai sebesar 1707,9 Rp miliar. Satu-satunya penurunan yang terjadi sepanjang periode adalah pada tahun 2020, dimana nilai sektor ini anjlok sebesar 785 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang 16 tahun pengamatan, tercatat 14 kali periode pertumbuhan positif dan hanya 1 kali periode kontraksi.
Untuk posisi peringkat, Sulawesi Tenggara kembali menempati urutan pertama di wilayah Pulau Sulawesi pada tahun 2025, posisi ini dipertahankan sejak tahun 2022 setelah sempat turun ke peringkat kedua pada tahun 2020 dan 2021. Secara nasional, provinsi ini konsisten menempati peringkat ke-6 nasional sejak tahun 2022, mengungguli 28 provinsi lainnya di Indonesia untuk nilai sektor pertambangan ini.
Pada tahun 2025, Sulawesi Selatan sebagai satu-satunya provinsi lain di Pulau Sulawesi yang masuk daftar peringkat nasional teratas, mencatatkan nilai 16316 Rp miliar dengan pertumbuhan 5,91%. Nilai ini berada 8,8% lebih rendah dibanding nilai Sulawesi Tenggara, dengan peringkat nasional urutan ke-7 tepat dibawah posisi Sulawesi Tenggara.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat pertama nasional untuk sektor pertambangan ini pada tahun 2025 dengan nilai total mencapai 36997,35 Rp miliar, hampir dua kali lipat nilai yang dicapai Sulawesi Tenggara. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 7,03%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan Sulawesi Tenggara pada tahun yang sama. Penambahan nilai tahunan mencapai 2431,21 Rp miliar, menjadi penambahan nilai terbesar secara nasional untuk sektor ini sepanjang tahun 2025.
Jawa Tengah
Pada posisi peringkat ke-4 nasional, Jawa Tengah mencatatkan nilai PDRB sektor pertambangan sebesar 34100,82 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan provinsi ini tercatat sebesar 4,77%, dengan penambahan nilai tahunan mencapai 1553,02 Rp miliar. Meskipun menempati peringkat atas nasional, angka pertumbuhan Jawa Tengah ini tercatat sedikit lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan nasional untuk sektor ini.
(Baca: Jawa Barat Catatkan Populasi Ayam Ras Pedaging Tertinggi)
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan ke-5 nasional dengan nilai total 33672,09 Rp miliar untuk tahun 2025. Pertumbuhan tahunan sektor ini di provinsi ini tercatat sebesar 4,41%, merupakan pertumbuhan terendah di kelompok 6 besar nasional. Penambahan nilai tahunan mencapai 1420,91 Rp miliar, dengan jarak nilai yang sangat sedikit dibandingkan Jawa Tengah di peringkat diatasnya.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan berada di peringkat ke-7 nasional dan peringkat kedua di Pulau Sulawesi dengan nilai sektor pertambangan 16316 Rp miliar tahun 2025. Pertumbuhan tahunan tercatat sebesar 5,91%, sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan Sulawesi Tenggara pada tahun yang sama. Penambahan nilai tahunan mencapai 909,8 Rp miliar, menjadikan provinsi ini sebagai penantang terdekat posisi pertama Sulawesi Tenggara di wilayah pulau.
Lampung
Lampung menempati peringkat ke-8 nasional dengan nilai total 13250,12 Rp miliar untuk tahun 2025. Sektor pertambangan di provinsi ini tumbuh sebesar 5,64% selama setahun terakhir, dengan penambahan nilai mencapai 706,83 Rp miliar. Nilai total Lampung ini tercatat sekitar 74% dari nilai yang berhasil dicatatkan oleh Sulawesi Tenggara pada periode tahun yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat ke-9 nasional dengan nilai PDRB sektor pertambangan mencapai 12982,08 Rp miliar pada akhir tahun 2025. Pertumbuhan tahunan tercatat sebesar 3,23%, menjadi pertumbuhan terendah di jajaran 10 besar provinsi nasional. Penambahan nilai tahunan hanya mencapai 406,21 Rp miliar, dengan jarak sekitar 27,7% dibawah nilai yang dicapai Sulawesi Tenggara.