- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Taiwan tahun 2024 tercatat sebesar 13,5 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,32 persen dibandingkan tahun 2023, menjadi titik terendah sepanjang rentang data 10 tahun terakhir yang dicatat sejak 2015.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Taiwan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Dairi | 2024)
Sepanjang tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, PDB PPP Taiwan terus mengalami penurunan berurutan dengan rata-rata kontraksi tahunan sebesar 2,11 persen. Kontraksi dalam konteks ini berarti nilai daya beli riil ekonomi secara konsisten mengecil setiap periode, bukan hanya koreksi sementara. Rata-rata penurunan tiga tahun ini tercatat lebih buruk dibandingkan rata-rata penurunan lima tahun terakhir yang sebesar 1,87 persen per tahun.
Dari seluruh catatan 10 tahun, penurunan paling tajam terjadi pada tahun 2022 dengan kontraksi sebesar 4,72 persen, sementara satu-satunya tahun yang mencatat pertumbuhan positif hanya terjadi pada 2015 sebesar 2,44 persen. Setelah tahun 2015, tidak pernah lagi tercatat pertumbuhan positif pada indikator ini, sehingga penurunan bukan merupakan fluktuasi sementara namun merupakan arah pergerakan konsisten selama 9 tahun berturut-turut.
Anomali terbesar terjadi pada tahun 2020, dimana penurunan melonjak menjadi 4,06 persen dari sebelumnya hanya 1,9 persen pada tahun 2019. Lonjakan penurunan ini menjadi awal fase perlambatan yang lebih dalam yang berlanjut hingga tahun 2024, dengan tingkat penurunan rata-rata dua kali lebih cepat dibandingkan periode 2015 sampai 2019.
Berdasarkan ranking regional Asia, posisi Taiwan tetap berada di peringkat 14 sepanjang tujuh tahun berturut-turut mulai tahun 2018 hingga 2024. Tidak ada perubahan peringkat meskipun nilai indikator terus menurun, dikarenakan negara lain di sekitar peringkat yang sama juga mengalami pergerakan nilai yang searah.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Oman 2015 - 2024)
Dibandingkan negara lain di wilayah Asia, posisi Taiwan tahun 2024 berada di atas Bhutan, Hong Kong, Makau dan Tajikistan. Sementara itu negara dengan nilai pertumbuhan PDB PPP tertinggi di wilayah ini adalah Uzbekistan, yang mencatat pertumbuhan lebih dari 10 persen pada periode yang sama.
Proyeksi IMF hingga tahun 2030 menunjukkan penurunan akan terus berlanjut, dengan kontraksi tahunan yang tetap terjadi pada seluruh tahun proyeksi. Tidak ada indikasi pemulihan pada data proyeksi, dimana nilai PDB PPP Taiwan diproyeksikan akan terus turun menjadi 13,11 unit pada akhir dekade ini, tanpa adanya satu tahun proyeksi yang menunjukkan pertumbuhan positif.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |