Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara semester tahun 2025 sebesar 7,9 persen. Angka ini turun 9,71 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 9.690 jiwa atau berkurang 960 jiwa. Wilayah ini menempati peringkat 292 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Nilai Ekspor Periode 2017-2025)
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 17,12 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2005 sebesar 29,92 persen, dan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2012 sebesar 17,94 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser dari posisi 261 tahun 2004 hingga posisi 292 tahun ini.
Selama 20 tahun terakhir, angka kemiskinan sempat naik dua kali berturut pada tahun 2020 dan 2021 sebelum kembali turun. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 8,46 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,54 persen. Nilai tahun 2025 berada dibawah kedua rata-rata tersebut.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Maluku Utara dengan nilai kemiskinan berdekatan, seluruh wilayah tercatat mengalami penurunan persentase kemiskinan pada periode terakhir. Hanya Kota Tidore Kepulauan yang mencatat sedikit kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 0,15 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Halmahera Tengah
Wilayah ini berada di peringkat 244 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 9,16 persen atau turun 14,47 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 5.610 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 647,98 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 870,96 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 63,68 persen yang merupakan tertinggi dibanding seluruh wilayah pembanding.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Blitar | 2004 - 2025)
Kabupaten Halmahera Timur
Peringkat 191 nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini, dengan angka 10,54 persen dan penurunan sebesar 11,50 persen tahun lalu. Terdapat 11.050 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 705,73 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat 83,28 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 49,87 persen yang menjadi urutan kedua tertinggi diantara wilayah pembanding.
Kabupaten Kepulauan Sula
Berada di peringkat 301 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 7,65 persen dengan penurunan 3,89 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 8.050 jiwa, garis kemiskinan sebesar 529,75 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 32,72 juta rupiah per tahun, menjadi nilai terendah dibandingkan seluruh kabupaten yang dibandingkan dalam data ini.
Kota Tidore Kepulauan
Wilayah ini menduduki peringkat 349 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai 6,54 persen dan sedikit penurunan sebesar 0,30 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.730 jiwa dengan sedikit kenaikan 0,15 persen. Garis kemiskinan ditetapkan 643,29 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 33,45 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pulau Taliabu
Peringkat 346 nasional dicatatkan untuk persentase kemiskinan wilayah ini dengan nilai 6,63 persen, turun 7,01 persen pada periode terakhir. Terdapat 3.720 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 574,24 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,59 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,72 persen pada periode yang sama.