Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Bulungan Turun 12,2% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara mencapai 12,2% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,54% dari tahun sebelumnya sebesar 12,74%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,43%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Bulungan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Bulungan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 12,2% dari total penduduk.
Dibanding 4 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Utara, PoU di Kabupaten Bulungan ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Nunukan (17,84%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara pada 2025.
- Kabupaten Bulungan: 12,2%
- Kota Tarakan: 13,03%
- Kabupaten Tana Tidung: 13,58%
- Kabupaten Malinau: 13,95%
- Kabupaten Nunukan: 17,84%
(Baca: Populasi Kambing di Indonesia dalam Seperempat Abad Terakhir)