PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 21/04/2026 09:40 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia tahun 2024 sebesar 1.4 unit, yang merupakan penurunan dari tahun 2023 sebesar 1.42 unit. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai ini terus menurun secara konsisten: dari 1.5 unit di 2022, 1.42 di 2023, hingga 1.4 di 2024. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 1.472 unit, nilai 2024 berada di bawah rata-rata tersebut, menunjukkan kondisi ekonomi PPP yang lebih lemah dibanding periode lima tahun sebelumnya.

(Baca: Produksi Padi Periode 2013-2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Malaysia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Sepanjang sepuluh tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Malaysia mencapai puncaknya di tahun 2017 sebesar 1.61 unit, dan terendah di tahun 2024 sebesar 1.4 unit. Tahun 2023 mengalami kontraksi terbesar dalam periode ini, yaitu sebesar 5.32% – artinya nilai PPP turun secara signifikan dari 1.5 unit di 2022 menjadi 1.42 di 2023. Setelah puncak 2017, nilai PPP terus menurun kecuali tahun 2020 dan 2021 yang stagnan di 1.52 unit, tanpa anomali lain yang luar biasa selain kontraksi tajam di 2023.

Dalam peringkat regional ASEAN, posisi Malaysia tetap berada di urutan ke-8 selama sepuluh tahun berturut-turut (2015-2024), tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Negara-negara yang berada di lima besar teratas ASEAN berdasarkan nilai PDB PPP adalah Vietnam (urutan 1), Indonesia (2), Laos (3), Kamboja (4), dan Myanmar (5). Malaysia berada di belakang Thailand (urutan7) dan di depan Singapura (9) serta Brunei Darussalam (10).

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Swiss 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Malaysia tahun 2025 akan sedikit turun menjadi 1.401 unit, yaitu kontraksi sebesar 0.07% dibanding tahun 2024. Tahun 2026 diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar 0.57% menjadi 1.409 unit, kemudian stagnan di nilai tersebut hingga 2027. Selanjutnya, nilai diproyeksikan menurun sedikit kembali hingga mencapai 1.402 unit pada tahun 2030, menunjukkan tidak ada pemulihan signifikan ke tingkat sebelum tahun 2022.

Dibandingkan dengan lima negara teratas ASEAN, kinerja PDB PPP Malaysia tahun 2024 lebih buruk. Vietnam memiliki pertumbuhan positif sebesar 1.7%, Laos mencapai pertumbuhan tertinggi di ASEAN sebesar 14.35%, sementara Malaysia mengalami pertumbuhan negatif turun 1.61%. Hanya Brunei Darussalam yang memiliki kontraksi lebih parah (-4.24%) dibanding Malaysia, sedangkan Indonesia dan Thailand yang juga mengalami kontraksi memiliki tingkat penurunan yang lebih kecil dibanding Malaysia.

Data Populer

Loading...