Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan Kalimantan Timur per September 2025 sebesar 628.655 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang catatan historis sejak Maret 2015, nilai indikator ini terus mengalami kenaikan setiap semester tanpa pernah tercatat penurunan. Pada semester terakhir September 2025, terjadi kenaikan sebesar 17.286 Rupiah atau tumbuh 2,83% dibandingkan semester Maret 2025.
(Baca: Statistik Pengeluaran Barang Kecantikan Kelompok Miskin Periode 2013-2025)
Kenaikan 2,83% pada semester ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 semester sebelumnya yang hanya sebesar 1,66%, namun lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 5 semester terakhir yang mencapai 3,28%. Kenaikan tertinggi sepanjang catatan historis terjadi pada semester Maret 2024 dengan pertumbuhan 5,99%, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada September 2021 dengan hanya 0,70%.
Untuk posisi peringkat di wilayah Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur saat ini menempati urutan kedua pada semester September 2025, turun satu peringkat dari sebelumnya yang konsisten menempati urutan pertama selama 12 semester berturut-turut. Secara nasional, peringkat Kalimantan Timur turun ke posisi 6 dari sebelumnya berada di peringkat 4 pada dua semester sebelumnya.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan perdesaan tertinggi di seluruh wilayah Pulau Kalimantan pada semester terakhir, dengan nilai tercatat 628.793 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan semester ini mencapai 3,79%, mengungguli pertumbuhan Kalimantan Timur sebesar 0,96 poin persentase. Secara nasional Kalimantan Utara menempati urutan 5, satu peringkat di atas Kalimantan Timur. Nilai kenaikan absolut semester ini mencapai 22.963 Rupiah per kapita, menjadikan provinsi ini satu-satunya wilayah Kalimantan yang masuk 5 besar nasional untuk indikator ini.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau mencatatkan nilai Garis Kemiskinan Makanan perdesaan sebesar 636.637 Rupiah per kapita per bulan pada semester September 2025, dengan pertumbuhan semester sebesar 6,69%. Pertumbuhan ini merupakan salah satu yang tertinggi di antara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, dengan kenaikan nilai absolut mencapai 39.908 Rupiah. Secara nasional provinsi ini menempati urutan 4, dan menempati urutan kedua untuk wilayah Pulau Sumatera. Nilai ini lebih tinggi sekitar 7.982 Rupiah dibandingkan nilai yang tercatat untuk Kalimantan Timur pada periode yang sama.
Papua Tengah
(Baca: Provinsi Jawa Timur Ekspor 139,74 Juta Ton Logam tidak Mengandung Besi)
Papua Tengah menempati urutan tertinggi nasional untuk indikator Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan pada semester September 2025 dengan nilai mencapai 646.549 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan semester ini tercatat sebesar 5,39% dengan kenaikan nilai absolut 33.054 Rupiah. Sebagai provinsi dengan peringkat pertama di Pulau Papua, nilai ini lebih tinggi 17.894 Rupiah dibandingkan Kalimantan Timur. Pertumbuhan yang tercatat juga hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan tingkat pertumbuhan yang dialami Kalimantan Timur pada periode semester yang sama.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya mencatatkan nilai Garis Kemiskinan Makanan perdesaan sebesar 621.834 Rupiah per kapita per bulan pada semester terakhir, dengan pertumbuhan semester mencapai 5,18%. Kenaikan nilai absolut untuk provinsi ini mencapai 30.602 Rupiah, menjadikan pertumbuhan ini lebih dari satu setengah kali lipat dibandingkan kenaikan yang terjadi di Kalimantan Timur. Secara nasional provinsi ini menempati urutan 7, satu peringkat dibawah Kalimantan Timur. Di wilayah Pulau Papua, provinsi ini menempati urutan ketiga setelah Papua Tengah dan Papua Barat.
Papua Barat
Papua Barat mencatatkan nilai indikator Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan sebesar 607.890 Rupiah per kapita per bulan pada semester September 2025. Pertumbuhan semester ini tercatat sebesar 3,96% dengan kenaikan nilai absolut mencapai 23.151 Rupiah. Secara nasional provinsi ini menempati urutan 8, dua peringkat dibawah Kalimantan Timur. Di wilayah Pulau Papua, provinsi ini menempati urutan keempat. Nilai yang tercatat lebih rendah sekitar 20.765 Rupiah dibandingkan nilai yang dicatatkan oleh Kalimantan Timur pada periode waktu yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat mencatatkan nilai Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan sebesar 587.111 Rupiah per kapita per bulan pada semester terakhir, dengan pertumbuhan semester mencapai 7,16%. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh provinsi dalam data perbandingan, dengan kenaikan nilai absolut mencapai 39.213 Rupiah. Secara nasional provinsi ini menempati urutan 9, dan menempati urutan ketiga untuk wilayah Pulau Sumatera. Nilai ini lebih rendah 41.544 Rupiah dibandingkan nilai yang tercatat untuk Kalimantan Timur pada periode yang sama.