Kementerian LHK: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 504 Dalam 24 Jam Terakhir (Sabtu, 25 April 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 25/04/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 504 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 59 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (25/4/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 504 titik panas terdeteksi, 18 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 468 titik skala sedang, dan 18 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Kualitas Udara di Bangladesh Paling Buruk se-Dunia, Bagaimana Indonesia?)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 105 titik. Sulawesi Tengah menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 67 titik. Kalimantan Barat berada di posisi ketiga sebanyak 56 titik panas.

Sebanyak 34 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara menyusul dengan 25 titik panas, serta Aceh dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki 25 dan 23 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Waspada, Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Dunia (Kamis, 15 Juni 2023))

Data Populer

Loading...