- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Indonesia pada 2024 sebesar 4747.9 unit, mengalami kontraksi sebesar 1.49% dibandingkan tahun 2023 (4819.73 unit). Kontraksi di sini berarti nilai PDB PPP Indonesia menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Selama tiga tahun terakhir (2022-2024), trennya menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2.28% pada 2022, diikuti oleh dua tahun berturut-turut kontraksi pada 2023 (-2%) dan 2024 (-1.49%). Nilai 2024 juga berada di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yang sekitar 4817 unit, serta di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sekitar 4828 unit.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Indonesia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Suriname 2015 - 2024)
Kenaikan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir (2015-2024) terjadi pada 2022 dengan nilai 4917.93 unit, sedangkan nilai terendah ada pada 2015 (4574.62 unit). Anomali terjadi pada 2020, di mana nilai turun sebesar 1.16% setelah lima tahun berturut-turut pertumbuhan stabil (2015-2019). Sebelum anomali ini, tren PDB PPP Indonesia selalu meningkat setiap tahun dengan tingkat pertumbuhan antara 1.47% hingga 2.46%.
Secara peringkat regional ASEAN, Indonesia tetap berada di peringkat ke-2 pada 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Peringkat ini berada di belakang Vietnam (peringkat 1) dan di atas Laos (peringkat 3). Tidak ada perubahan peringkat regional Indonesia dari tahun 2023 ke 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Fiji 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Indonesia pada 2025 akan turun menjadi 4720.37 unit, yang merupakan kontraksi tambahan sebesar 0.58% dibandingkan 2024. Kondisi ini menunjukkan ekonomi Indonesia dalam proyeksi 2025 akan memburuk dibandingkan data terakhir 2024. Namun, proyeksi tahun 2026 hingga 2030 menunjukkan pertumbuhan positif yang stabil, dengan tingkat pertumbuhan antara 0.42% hingga 0.66% per tahun, yang menunjukkan pemulihan gradual setelah kontraksi 2025.
Dalam perbandingan dengan negara-negara besar ASEAN, Indonesia berada di posisi kedua setelah Vietnam, yang memiliki nilai PDB PPP tertinggi sebesar 6956.919 unit pada 2024. Selisih nilai antara Indonesia dan Vietnam cukup signifikan, di mana nilai Vietnam sekitar 1.46 kali lipat nilai Indonesia. Indonesia juga berada di atas Laos (4569.369 unit, peringkat 3), Kamboja (1378.409 unit, peringkat4), dan Myanmar (504.159 unit, peringkat5) dalam peringkat regional ASEAN.