Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Nunukan tahun 2024 sebesar 75.086 rupiah, turun 17,5 persen dibanding tahun 2023. Selisih pengeluaran ini dengan tahun sebelumnya adalah minus 15.873 rupiah, dari nilai 90.959 rupiah di tahun 2023. Pengeluaran ini merupakan sekitar 24 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (309.001 rupiah) dan lebih rendah dibanding pengeluaran untuk sabun mandi (105.616 rupiah) atau rokok dan tembakau (145.628 rupiah).
Data historis dari 2018 hingga 2024 menunjukkan pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Nunukan mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Tahun 2018, nilainya 48.369 rupiah, naik 13,9 persen menjadi 55.104 rupiah di 2019, lalu turun 15,2 persen ke 46.723 rupiah di 2020. Tahun 2021 terjadi kenaikan tertinggi sepanjang periode, yaitu 49 persen menjadi 69.635 rupiah, kemudian terus naik hingga mencapai 90.959 rupiah di 2023 sebelum turun drastis di 2024.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat 2018 - 2024)
Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), pengeluaran 2024 lebih rendah sekitar 19 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi di Kabupaten Nunukan adalah 186.924 rupiah, yang jauh lebih tinggi dibanding pengeluaran perawatan kulit. Pengeluaran untuk kecantikan secara keseluruhan adalah 43.018 rupiah, namun pengeluaran perawatan kulit sendiri berada di atas nilai ini di tahun 2021 hingga 2023.
Dari data perbandingan, Kabupaten Nunukan menempati peringkat ke-5 dalam pengeluaran perawatan kulit di antara kabupaten/kota di Kalimantan Utara tahun 2024, terbelakang dari Kabupaten Tana Tidung (peringkat 1, 108.916 rupiah), Kota Tarakan (peringkat 2, 86.625 rupiah), Kabupaten Bulungan (peringkat3,79.502 rupiah), dan Kabupaten Malinau (peringkat4,79.477 rupiah). Hanya Kabupaten Bulungan yang juga mengalami penurunan pengeluaran perawatan kulit tahun ini (minus 1,6 persen), sementara Kabupaten Tana Tidung naik 10 persen dan Kota Tarakan naik 7,3 persen.
Kabupaten Bulungan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Bulungan tahun 2024 adalah 930.575 rupiah, naik 11,5 persen dibanding tahun sebelumnya (834.371 rupiah) dan menempati peringkat 1 di Kalimantan Utara. Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan tahun ini adalah 1.836.102 rupiah, turun 20,1 persen dari tahun 2023 (2.298.130 rupiah) namun masih menjadi tertinggi di provinsi. Pengeluaran untuk makanan sendiri naik 16,6 persen menjadi 905.526 rupiah, yang mendukung sebagian dari total pengeluaran meskipun total keseluruhan turun.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kota Kediri pada 2024)
Kabupaten Malinau
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Malinau menempati peringkat 3 dalam pengeluaran bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 869.902 rupiah, naik 11,7 persen dari tahun sebelumnya (778.491 rupiah). Rata-rata pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun ini adalah 1.819.463 rupiah, naik 3,2 persen dari tahun 2023 (1.762.575 rupiah) dan berada di peringkat 2 provinsi. Pengeluaran untuk makanan sendiri mengalami kenaikan signifikan sebesar 19,3 persen menjadi 949.561 rupiah, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten/kota di Kalimantan Utara.
Kabupaten Tana Tidung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat di Kabupaten Tana Tidung, pengeluaran bukan makanan tahun 2024 adalah 884.772 rupiah, naik 5,6 persen dari tahun sebelumnya (838.128 rupiah) dan menempati peringkat 2 provinsi. Rata-rata pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun ini turun 3,6 persen menjadi 1.751.294 rupiah dari 1.816.481 rupiah di 2023, berada di peringkat3 provinsi. Pengeluaran untuk makanan naik 9,8 persen menjadi 866.522 rupiah, yang menunjukkan bahwa meskipun total pengeluaran turun, pengeluaran makanan masih mengalami pertumbuhan.
Kota Tarakan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Tarakan mengalami penurunan pengeluaran bukan makanan tahun 2024 sebesar 8,5 persen menjadi 836.537 rupiah dari 913.955 rupiah di 2023, menempati peringkat4 provinsi. Rata-rata pengeluaran makanan dan bukan makanan turun 13,8 persen menjadi 1.625.148 rupiah dari 1.885.388 rupiah di 2023, berada di peringkat4 provinsi. Namun, pengeluaran untuk makanan naik 6,8 persen menjadi 788.611 rupiah, yang menunjukkan bahwa masyarakat tetap mengalokasikan lebih banyak dana untuk makanan meskipun total pengeluaran turun.