Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, yang menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 23,39 persen dari 24,21 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga turun sedikit menjadi 22.450 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik sedikit menjadi 111.561 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3,39 persen, membuat wilayah ini berada di rank ke-3 persentase kemiskinan di pulau Maluku dan rank ke-42 se-Indonesia.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Badung 2018 - 2024)
Analisis data historis kemiskinan periode 2005-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2008 (41,08 persen) dan terendah di tahun 2024 (23,39 persen). Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2008 (11,39 persen) dan terendah di tahun 2011 (-11,44 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 23,7 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 24,39 persen. Rank seindonesia persentase kemiskinan fluktuatif: dari posisi ke-19 di 2005, naik ke posisi ke-12 di 2008, lalu turun perlahan hingga posisi ke-42 di tahun 2024.
Dibandingkan kabupaten lain di Maluku, Kabupaten Kepulauan Aru berada di urutan ke-3 persentase kemiskinan, di bawah Kabupaten Maluku Barat Daya (27,95 persen) dan di atas Kabupaten Kepulauan Tanimbar (23,66 persen). Jumlah penduduk miskinnya 22.450 orang, lebih banyak dari Maluku Barat Daya (20.630 orang) tapi lebih sedikit dari Tanimbar (26.760 orang). Pendapatan perkapita wilayah ini sebesar Rp34,92 juta per tahun, lebih rendah dari Maluku Barat Daya (Rp36,67 juta) tapi lebih tinggi dari Seram Bagian Barat (Rp18,04 juta). Tidak ada data garis kemiskinan untuk Aru, tapi dibandingkan tetangga, Maluku Barat Daya memiliki garis kemiskinan Rp686,43 ribu per kapita per bulan, yang lebih tinggi dari Seram Bagian Timur (Rp478,72 ribu).
Kabupaten Maluku Barat Daya
Berada di rank seindonesia ke-24 persentase kemiskinan (27,95 persen), dengan pertumbuhan turun 2,88 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini 20.630 orang, lebih sedikit dari Kabupaten Kepulauan Aru, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan 95.746 jiwa, lebih kecil dari Aru. Pendapatan perkapita wilayah ini sebesar Rp36,67 juta per tahun, lebih tinggi dari Aru, dengan pertumbuhan 9,67 persen yang jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan penduduk Aru (2,51 persen). Garis kemiskinan di wilayah ini Rp686,43 ribu per kapita per bulan, yang berada di rank seindonesia ke-83, menunjukkan batas kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kabupaten di Indonesia.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Rokan Hilir Periode 2004 - 2024)
Berada di rank seindonesia ke-40 persentase kemiskinan (23,66 persen), sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Kepulauan Aru. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini 26.760 orang, lebih banyak dari Aru, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan 131.368 jiwa, lebih besar dari Aru. Pendapatan perkapita wilayah ini sebesar Rp27,73 juta per tahun, lebih rendah dari Aru, dengan pertumbuhan 5,17 persen. Tidak ada data garis kemiskinan untuk wilayah ini, tapi pertumbuhan penduduknya 1,46 persen, lebih rendah dari pertumbuhan penduduk Aru.
Kabupaten Maluku Tenggara
Berada di rank seindonesia ke-49 persentase kemiskinan (21,22 persen), lebih rendah dari Kabupaten Kepulauan Aru. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini 21.470 orang, lebih sedikit dari Aru, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan 129.235 jiwa, lebih besar dari Aru. Pendapatan perkapita wilayah ini sebesar Rp34,92 juta per tahun, sama dengan Aru, dengan pertumbuhan 6,16 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini Rp695,74 ribu per kapita per bulan, yang berada di rank seindonesia ke-80, lebih tinggi dari Maluku Barat Daya. Pertumbuhan penduduknya hanya 0,16 persen, sangat rendah dibanding pertumbuhan penduduk Aru.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Berada di rank seindonesia ke-46 persentase kemiskinan (22,31 persen), lebih rendah dari Kabupaten Kepulauan Aru. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini 38.780 orang, jauh lebih banyak dari Aru, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan 216.093 jiwa, yang merupakan terbesar di antara kabupaten perbandingan ini. Pendapatan perkapita wilayah ini sebesar Rp18,04 juta per tahun, yang paling rendah di antara kelompok ini, dengan pertumbuhan 5,91 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini Rp508,52 ribu per kapita per bulan, berada di rank seindonesia ke-310, lebih rendah dari tetangga lain. Pertumbuhan penduduknya 0,99 persen, lebih rendah dari pertumbuhan penduduk Aru.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Berada di rank seindonesia ke-50 persentase kemiskinan (21,03 persen), yang paling rendah di antara kelompok kabupaten perbandingan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini 24.340 orang, lebih banyak dari Kabupaten Kepulauan Aru, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan 139.777 jiwa, lebih besar dari Aru. Pendapatan perkapita wilayah ini sebesar Rp25,03 juta per tahun, lebih rendah dari Aru, dengan pertumbuhan 3,31 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini Rp478,72 ribu per kapita per bulan, berada di rank seindonesia ke-363, yang paling rendah di antara kabupaten yang memiliki data garis kemiskinan. Pertumbuhan penduduknya 1,43 persen, lebih rendah dari pertumbuhan penduduk Aru.