Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Mappi, pada 2024 tercatat Rp3,83 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 1,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3,61 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 1,84%.
(Baca: Harga Daging Ayam Ras Segar di Sumatera Barat Rp.60.250 per Kg (Kamis, 9 April 2026))
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 112,07 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp33.308 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 399.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor konstruksi menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor konstruksi. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,38 jutajuta. Nominal ini tumbuh 1,83%.
Di urutan kedua adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 3,84% menjadi Rp974,79 ribujuta kemudian urutan ketiga diikuti oleh PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang kali ini pertumbuhan negatif -1,16% menjadi Rp703,9 ribujuta.
(Baca: Harga Gula Pasir Kualitas Premium di Pasar Modern Periode April 2025-2026)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan PDRB Rp115,93 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 4,86% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp105,96 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Mappi pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Mappi ini adalah sektor konstruksi dengan kontribusi mencapai 33,18%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.