Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Mappi, pada 2024 mencapai Rp3,83 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 1,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3,61 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 1,84%.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Bengkulu 2018 - 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 112,07 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp33.308 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 399.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor konstruksi menjadi unggulan.
Sektor konstruksi di Kabupaten Mappi pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp1,38 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 1,83% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,27 jutajuta.
Kemudian sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 3,84% menjadi Rp974,79 ribujuta, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan pertumbuhan negatif -1,16% menjadi Rp703,9 ribujuta.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku 2015 - 2024)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Mappi, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp115,93 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 4,86% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp105,96 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Mappi pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Mappi ini adalah sektor konstruksi dengan kontribusi mencapai 33,18%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.