- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Panama pada tahun 2024 sebesar 0.47 unit. Dibandingkan tiga tahun terakhir (2022: 0.48, 2023: 0.47, 2024: 0.47), nilai ini stagnan setelah penurunan dari 2021 ke 2022. Rata-rata tiga tahun terakhir (0.473 unit) sedikit lebih tinggi dari nilai 2024, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024: 0.482 unit) juga lebih tinggi, menunjukkan kondisi ekonomi Panama dalam hal daya beli implisit sedikit menurun dibandingkan periode panjang.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Panama terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Latvia 2015 - 2024)
Selama 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Panama menunjukkan fluktuasi yang jelas: periode 2015-2017 stagnan di 0.46-0.47 unit, loncat signifikan ke 0.5 unit pada 2018 dan 2021, turun ke 0.49 pada 2020, lalu menurun kembali ke 0.48 pada 2022 dan stagnan di 0.47 pada 2023-2024. Nilai tertinggi dicapai pada 2018 dan 2021 (0.47 unit), sedangkan nilai terendah ada pada 2015 (0.46 unit). Anomali terjadi pada 2018, di mana pertumbuhan sebesar 6.41% jauh melebihi rata-rata pertumbuhan tahun sebelumnya (1.08% pada 2016 dan 0% pada 2017).
Peringkat regional Panama di Amerika Tengah tetap di posisi 6 selama periode 2015-2024, tidak ada perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Negara teratas di wilayah ini adalah Kosta Rika (peringkat 1), diikuti Nikaragua (2), Honduras (3), Guatemala (4), dan Belize (5). Panama tetap berada di bawah kelima negara ini dalam hal nilai PDB PPP dan peringkat regional tanpa adanya peningkatan posisi selama 10 tahun terakhir.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Guyana 2015 - 2024)
Proyeksi IMF untuk 2025-2030 menunjukkan nilai PDB PPP Panama akan mengalami kontraksi sebesar 2.14% pada 2025, turun dari 0.47 menjadi 0.458 unit. Kontraksi ini berarti daya beli implisit mata uang Panama akan menurun dibandingkan tahun 2024. Setelah itu, nilai akan stabil di sekitar 0.458 unit hingga 2030, dengan pertumbuhan minimal sekitar 0.22% pada tahun 2026 dan 2030, serta stagnan di tahun-tahun tengah. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi dalam hal daya beli implisit akan memburuk sedikit sebelum kembali stabil.
Perbandingan dengan negara lain di Amerika Tengah menunjukkan variasi pertumbuhan PDB PPP yang jelas. Nikaragua memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 4.77%, sedangkan Kosta Rika mengalami penurunan turun 2.31%. Panama sendiri memiliki pertumbuhan negatif turun 0.21% pada 2024, yang lebih baik dibandingkan Kosta Rika namun lebih buruk dibandingkan Nikaragua, Honduras, dan Guatemala yang memiliki pertumbuhan positif. Panama tetap berada di posisi 6 dalam peringkat regional, tidak berubah dari tahun sebelumnya.