IHSG Menguat di Tengah Lesunya Bursa Kawasan Asia (Kamis, 9 April 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,39% ke level 7.307,59 pada penutupan perdagangan Kamis (9/4/2026). Penguatan terjadi di tengah lesunya bursa kawasan Asia.
Sore ini Indeks Nikkei turun 0,73% ke 55.895,32; indeks Hang Seng turun 0,54% ke 25.752,40; indeks Shanghai turun 0,72% ke 3.966,17; dan indeks Strait Times turun 0,38% ke 4.977,08.
"Bursa Asia didominasi pelemahan, seiring harga minyak yang naik tipis di tengah ketidakpastian berkelanjutan terkait kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan pihak Amerika Serikat dan Israel," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dilansir dari Antara.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor saham menguat hari ini. Sektor barang konsumen non-primer memimpin dengan kenaikan 1,99%, diikuti sektor energi dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik 1,82% dan 0,58%.
Sementara lima sektor saham lainnya terkoreksi. Sektor keuangan turun paling dalam 1,23%, diikuti sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun 0,69% dan 0,58%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini mencapai 2,24 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 29,05 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp17,01 triliun.
Sebanyak 374 saham ditutup turun hari ini, 278 saham menguat, dan 164 saham stagnan.
Emiten top gainer hari ini adalah PEGE yang terbang 34,71%, diikuti HDFA dan ASPI yang masing-masing menguat 34,07% dan 25%.
Di sisi lain, emiten berkode TEBE menjadi top loser setelah jatuh 14,06%, disusul GSMF yang turun 10,57% dan SOSS terkoreksi 9,75%.
(Baca: IHSG Melonjak Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata (Rabu, 8 April 2026))