Provinsi Jawa Timur pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 997,85 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 68 logam tidak mengandung besi, provinsi ini pada Januari 2026 lalu turun menjadi 10,1 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 20,93 juta ton.
(Baca: Nilai Ekspor Barang Barang Saniter Pemanas Dll Provinsi Bali Januari 2026)
Jawa Timur dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode lain lain .
(Baca: NPL Kredit Bank Umum Bulanan Data Bulanan Periode 2014-2025)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Jawa Timur dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Januari 2025 sebesar 22,83 juta ton dan terendahnya terjadi pada September 2025 dengan volume ekspor 9,47 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Jawa Timur menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode lain lain 312,81 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 224,61 juta ton
- SITC kode 51 kimia organis 113,75 juta ton
- SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya 92,41 juta ton
- SITC kode 64 kertas, kertas karton dan olahannya 68,95 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 67,56 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 66 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 24,32 juta ton
- SITC kode 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah 19,8 juta ton
- SITC kode 82 perabotan 11,32 juta ton