- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Ekuador menunjukkan angka 0.42 unit pada tahun 2024, stagnan dibandingkan tahun 2023. Kondisi ini melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak tahun 2015, di mana nilai PPP berada di angka 0.53. Penurunan ini mengindikasikan pelemahan daya beli masyarakat Ekuador relatif terhadap negara lain.
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Ekuador terus mengalami penurunan dari 0.43 menjadi 0.42. Pertumbuhan PDB tahunan juga belum menunjukkan perbaikan signifikan, dengan angka 0.24% pada tahun 2024. Ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang lambat pasca pandemi COVID-19.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Pakistan 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Ekuador terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023), kondisi PDB PPP Ekuador saat ini masih lebih rendah. Rata-rata PDB PPP dalam periode tersebut adalah 0.454. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi Ekuador belum mampu kembali ke level sebelum tahun 2019.
Penurunan terendah PDB PPP Ekuador terjadi pada tahun 2024, yaitu 0.42. Sementara itu, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir adalah 0.53 yang tercatat pada tahun 2015, 2016 dan 2017. Penurunan yang konsisten ini menunjukkan tantangan struktural dalam perekonomian Ekuador. Anomali terjadi pada pertumbuhan PDB tahunan 2016 sebesar 0.19% setelah sebelumnya mengalami kontraksi -6.34% pada tahun 2015.
Dari segi peringkat regional, Ekuador berada di posisi ke-11 di Amerika Selatan pada tahun 2024, tidak berubah dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Ekuador relatif tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Aceh Barat 2018 - 2024)
Proyeksi IMF menunjukkan bahwa PDB PPP Ekuador akan terus mengalami penurunan hingga tahun 2030, dengan angka proyeksi 0.41 pada tahun tersebut. Ini mengindikasikan bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi Ekuador akan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Kontraksi proyeksi pertumbuhan ini, terlihat dari angka pertumbuhan negatif seperti -1.18% pada 2025, menggambarkan penurunan nilai PDB PPP di masa depan.
Jika dibandingkan dengan negara lain di Amerika Selatan, pertumbuhan PDB PPP Ekuador jauh tertinggal. Sebagai contoh, Argentina mencatatkan pertumbuhan PDB PPP sebesar 200.65% dan Guyana sebesar 54.74%. Pada tahun 2024, Kolombia memimpin peringkat dengan nilai PDB harga berlaku tertinggi yaitu 1505.629.