Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp201.873 per kapita per bulan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 15.5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat Kabupaten Aceh Barat, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa ini merupakan bagian yang signifikan. Masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan dasar seperti makanan, namun alokasi untuk barang dan jasa lain tetap menjadi pertimbangan penting dalam alokasi anggaran rumah tangga. Pengeluaran untuk makanan mencapai angka yang lebih tinggi dibandingkan bukan makanan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Ogan Komering Ulu Selatan | 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Aceh Barat cenderung fluktuatif. Pada tahun 2019, terjadi pertumbuhan tertinggi sebesar 31.6%. Namun, pada tahun 2020 sempat mengalami kontraksi sebesar 7.1%. Sempat ada kenaikan di tahun-tahun berikutnya, namun kemudian kembali mengalami penurunan di dua tahun terakhir.
Secara keseluruhan, pengeluaran masyarakat Kabupaten Aceh Barat menunjukkan perkembangan yang beragam. Meskipun ada indikasi pertumbuhan di beberapa sektor, namun tantangan ekonomi tetap mempengaruhi daya beli dan alokasi anggaran rumah tangga. Hal ini terlihat dari adanya penurunan pengeluaran di beberapa kategori.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh pada tahun 2024, Kabupaten Aceh Barat berada di peringkat ke-13 dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa. Kota Sabang menduduki peringkat pertama dengan nilai Rp429.857, diikuti Kota Banda Aceh dengan Rp397.296. Peringkat Kabupaten Aceh Barat ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tertinggi di Kota Banda Aceh, yaitu sebesar Rp1.371.277. Sementara pengeluaran untuk makanan tertinggi ada di Kabupaten Nagan Raya sebesar Rp1.120.129. Keduanya menunjukkan bahwa prioritas konsumsi masyarakat berbeda-beda antar wilayah.
(Baca: Jumlah Penduduk Kabupaten Mamasa 167,07 Ribu Jiwa Data per 2024)
Kondisi pengeluaran masyarakat Kabupaten Aceh Barat dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan penurunan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2018-2022). Ini mengindikasikan adanya perubahan preferensi konsumsi atau tekanan ekonomi yang mempengaruhi alokasi anggaran rumah tangga. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019, sementara pengeluaran terendah terjadi di tahun 2018.
Terdapat beberapa kabupaten/kota yang memiliki nilai pengeluaran aneka barang dan jasa yang cukup tinggi di Provinsi Aceh. Contohnya, Kota Sabang dengan pengeluaran sebesar Rp429.857 dan pertumbuhan 5%. Kemudian Kabupaten Bener Meriah dengan pengeluaran Rp362.409 dan pertumbuhan 16.9% dan menduduki peringkat ke-3. Selain itu ada Kota Lhokseumawe dengan nilai pengeluaran sebesar Rp310.446 serta pertumbuhan 18.7% dan menempati urutan ke-5. Kabupaten Nagan Raya sendiri menduduki peringkat ke-4 dengan nilai pengeluaran Rp350.715, namun mengalami pertumbuhan negatif turun 7.2%.
Kota Banda Aceh
Kota Banda Aceh mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tertinggi di Provinsi Aceh, mencapai Rp1.371.277 pada tahun 2024, naik 5.8% dari tahun sebelumnya. Dengan posisi puncak ini, Banda Aceh menunjukkan daya beli masyarakat yang kuat dalam memenuhi kebutuhan selain makanan, mencerminkan kualitas hidup yang relatif lebih baik dibandingkan wilayah lain. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Banda Aceh mencapai Rp2.402.683, menunjukkan pertumbuhan sebesar 4.2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan, mencapai Rp893.134 pada tahun 2024, melonjak 43.4% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi atau perubahan preferensi konsumsi masyarakat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Lhokseumawe berada pada angka Rp798.985, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 35.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pengeluaran masyarakat Kota Lhokseumawe untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.692.119 dan berada di peringkat ke-3 di Provinsi Aceh.
Kota Sabang
Kota Sabang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp764.253 pada tahun 2024, tumbuh 7.7% dari tahun sebelumnya. Meskipun berada di urutan ketiga, pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi dalam alokasi anggaran untuk kebutuhan non-pangan. Pengeluaran untuk makanan di Kota Sabang mencapai Rp890.314. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.654.567.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp696.057 pada tahun 2024, tumbuh 19.7% dari tahun sebelumnya. Nagan Raya menduduki peringkat keenam dalam hal pengeluaran bukan makanan di antara kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pengeluaran untuk makanan di Nagan Raya menjadi yang tertinggi di Provinsi Aceh, mencapai Rp1.120.129. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Nagan Raya mencapai Rp1.816.186 dan berada di peringkat ke-2.