Badan Pusat Statistik (BPS) mengestimasi rata-rata persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan di Indonesia mencapai 8,74%. Adapun persentase tertinggi yakni 23,08% dan provinsi dengan persentase terendah di angka 0,35%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Yalimo Periode 2009 - 2024)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta tercatat dengan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan tertinggi, yaitu 23,08%. Persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan di DKI Jakarta saat ini setara dengan 6,95% dari total seluruh provinsi.
Berikutnya adalah Sumatera Barat yang mencatatkan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan 18,86% lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan di provinsi ini naik 0,13% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan di Sulawesi Utara tercatat di angka 17,82%, Sumatera Utara dengan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan 15,19% dan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan di Gorontalo tercatat di angka 12,7%
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kota Tebing Tinggi untuk Membeli Ketupat Sayur Rp7.526 per Kapita per Minggu)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan persentase rumah tangga dengan status kepemilikan rumah bebas sewa di perkotaan dan perdesaan tertinggi pada 2024:
- DKI Jakarta 23,08 %
- Sumatera Barat 18,86 %
- Sulawesi Utara 17,82 %
- Sumatera Utara 15,19 %
- Gorontalo 12,7 %
- Papua Selatan 12,67 %
- Kalimantan Timur 11,32 %
- Kalimantan Utara 10,58 %
- Jawa Barat 10,35 %
- Sumatera Selatan 10,32 %