Tiga Hari Terakhir, Harga Perak Terus Turun
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Investing.com mencatat harga perak pada hari ini turun 4,43% menuju level US$ 81,343 per troy ons. Penurunan harga ini termasuk yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan harga dalam sepekan terakhir.
Harga perak mengalami lonjakan tertinggi minggu ini pada Selasa, 10 Maret 2026 sebesar 6%. Sedangkan, perdagangan terhitung sejak awal tahun menguat dengan pertumbuhan tahun berjalan (year to date) sebesar 14,54%.
(Baca: Harga Karet Tsr20 - Rubber Tsr20 Futures - Naik Menuju Level US$195,8 /100 Kg (Jumat, 13 Maret 2026))
Kondisi saat ini serupa dengan pergerakan harga perak dalam tiga hari terakhir yang sedang dalam tren naik.
Seminggu terakhir, pergerakan harga perak tumbuh -1,02% dengan rata-rata harga transaksi harian adalah US$84,64 per troy ons. Sedangkan terhadap harga di awal tahun, harga perak ini telah tumbuh 14,54%. Adapun sepanjang tahun ini, nilai perdagangan tertinggi untuk komoditas perak pernah ditransaksikan di harga US$115.15 per troy ons yang terjadi pada Senin, 26 Januari 2026.
Secara tahunan, rata-rata perdagangan harga perak dalam lima tahun terakhir dalam tren naik. Sementara itu, untuk pantauan harga secara bulanan, transaksi dalam 12 bulan terakhir cenderung naik. Tertinggi, harga rata-rata bulanan komoditas perak pernah tercatat yakni pada Januari 2026 diharga US$93,97 per troy ons.
(Baca: Tiga Hari Terakhir, Harga Tembaga Terus Turun)
Perak merupakan salah satu jenis logam yang tidak korosif sehingga dianggap sebagai logam mulia dengan nilai jual yang tinggi. Meski harganya masih jauh dibawah emas, perak kerap digemari sebagai bahan baku berbagai produk, seperti perhiasan.
Melansir dari Statista, Meksiko menjadi negara penghasil perak terbesar di dunia. Produksi Perak di negara tersebut mencapai 178,1 juta ons pada 2020.
Adapun, Indonesia berada diurutan ke-16 sebagai negara penghasil perak terbesar di dunia. Tercatat, produksi perak di tanah air sebesar 8,3 juta ons pada tahun lalu.