Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 4,51 juta kasus pada Senin, 19 Desember 2022. Berdasarkan data GISAID, Amerika tercatat memiliki jumlah kasus Omicron terbanyak, yaitu 2,02 juta kasus. Jumlah total kasus varian Omicron di Amerika saat ini setara dengan 44,76 persen dari total kasus di dunia.
(Baca: Amerika Catatkan Kasus Omicron Terbanyak di Dunia dengan 2,01 Juta Kasus)
Setelahnya Inggris di urutan kedua. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 0,39 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan 1,36 juta jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah kasus Omicron terlihat naik 0,02 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,36 juta jiwa.
Berikutnya, jumlah kasus Omicron di Denmark naik 1,06 persen menjadi 334,44 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di Jepang naik 3,74 persen menjadi 300,06 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan India dengan jumlah kasus Omicron 121,68 ribu kasus (naik 0,14%)
(Baca: Update Omicron : Total di Indonesia Ada 30.620 Kasus (Sabtu, 17 Desember 2022))
Sementara untuk jumlah kasus Omicron di Indonesia, hingga data hari ini tercatat ada 30.621 kasus atau naik 0 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.