GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 30.554 kasus per Kamis, 15 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 185 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 2,44 persen.
(Baca: Kematian karena Covid-19 per 1 Juta Penduduk Indonesia Urutan Ke-24 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 24.319 kasus.
Berikutnya adalah Thailand yang mencatatkan jumlah kasus Omicron 4,04 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 20.523 jiwa lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 19.726 jiwa, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 16.468 kasus (naik 3,45%), Filipina dengan jumlah kasus Omicron 12.040 kasus (angka ini tidak ada perubahan dari sebelumnya) dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 1,43 persen menjadi 4.687 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: 10 Negara dengan Kasus Omicron Terbanyak di Dunia (Rabu, 14 Desember 2022))
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,84 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,76 juta kasus.