Provinsi Kalimantan Barat pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 359,77 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 55 minyak atsiri dan bahan wangi-wangian, ekspor dari provinsi ini pada Januari 2026 tercatat turun menjadi 9.530 ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 16,1 ribu ton.
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Kalimantan Barat dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 22 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode lain lain .
(Baca: Jumlah Desa/Kelurahan dengan Operator yang Masuk Periode 2018-2024)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Kalimantan Barat dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Desember 2025 sebesar 16,1 ribu ton dan terendahnya terjadi pada April 2025 dengan volume ekspor 2.180 ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Kalimantan Barat menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode lain lain 241,19 juta ton
- SITC kode 27 pupuk dan mineral alam lainnya 86,8 juta ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 53,27 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 43,33 juta ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 15,29 juta ton
- SITC kode 43 olahan minyak dan lemak nabati dan hewani 10 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 4,75 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 475,21 ribu ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 301,86 ribu ton
- SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya 258,52 ribu ton