GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 30.369 kasus per Rabu, 14 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 112 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 2,6 persen.
(Baca: Kasus Penambahan Harian Covid-19 Indonesia Urutan Ke-6 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 24.140 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 4,89 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 20.523 jiwa sedang untuk pekan sebelumnya tercatat 19.567 jiwa.
(Baca: Update Omicron : Total di Indonesia Ada 30.257 Kasus (Selasa, 13 Desember 2022))
Masih diurutan lima tertinggi negara lainnya adalah Singapura dengan jumlah kasus Omicron 16.468 kasus (naik 3,45%), Filipina dengan jumlah kasus Omicron 12.040 kasus (naik 0,23%) dan Vietnam dengan jumlah kasus Omicron 4.687 kasus (naik 1,43%)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,82 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,75 juta kasus.