Ini Emiten Batu Bara LQ45 Paling Cuan sampai Kuartal III 2022

Pertambangan
1
Adi Ahdiat 28/11/2022 12:40 WIB
Laba Bersih Emiten Batu Bara LQ45 Periode Januari-September (2021-2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Seluruh emiten batu bara di indeks LQ45 kompak mencetak peningkatan laba signifikan sampai akhir kuartal III 2022.

LQ45 adalah indeks berisi 45 perusahaan yang dipilih Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan kriteria tertentu, seperti memiliki kapitalisasi pasar terbesar serta likuiditas tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Saat ini ada tiga emiten batu bara yang masuk ke indeks tersebut, yakni Adaro Energy Tbk (ADRO), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Selama periode Januari-September 2022 ADRO mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$1,9 miliar atau sekitar Rp29,9 triliun (kurs Rp15.717/US$). Angka tersebut naik sekitar 352% dibanding Januari-September tahun lalu.

Dengan perolehan tersebut, ADRO mencetak laba bersih terbesar di kelompok emiten batu bara LQ45 sejak awal tahun sampai kuartal III 2022.

Kemudian pada periode sama ITMG mencetak peningkatan laba bersih 229% menjadi US$893,81 juta atau sekitar Rp14 triliun, sedangkan PTBA laba bersihnya naik 110% menjadi Rp10 triliun.

PTBA menyatakan peningkatan kinerja batu bara terjadi berkat naiknya permintaan dan menguatnya harga komoditas di pasaran.

"Kenaikan kinerja ini didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan," kata manajemen PTBA dalam siaran persnya, Senin (21/10/2022).

Hal serupa dinyatakan manajemen ITMG. "Perusahaan mencatat penguatan rata-rata harga jual batu bara pada sembilan bulan pertama tahun 2022 di US$190 per ton, naik 113% dari US$89 per ton pada kurun waktu yang sama tahun lalu," ungkap ITMG, Rabu (16/11/2022).

ADRO juga mengonfirmasi bahwa kinerjanya membaik berkat kenaikan permintaan di pasar internasional.

"Di China, permintaan meningkat karena wilayah pesisir dilanda gelombang panas yang parah, yang menyebabkan kekeringan, penurunan permukaan air, dan penurunan output PLTA. Hal-hal tersebut mendorong permintaan listrik meningkat dari tahun-tahun sebelumnya dan menopang pemintaan batu bara yang kuat," kata manajemen ADRO dalam siaran pers Selasa (1/11/2022).

(Baca: Pasokan Gas Eropa Naik, Harga Batu Bara RI Turun pada November 2022)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.