Laporan keuangan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menunjukkan, kinerja keuangan perseroan mengalami penurunan sepanjang 2025.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perusahaan tersebut anjlok 67,55% (year-on-year/yoy) menjadi US$447,69 juta atau setara Rp7.59 triliun pada 2025 (asumsi Rp16.970 per US$).
Sejalan dengan itu, pendapatan usaha ADRO turun 9,86% (yoy) dari US$2,07 milliar (Rp35,27 triliun) pada 2024 menjadi US$1,87 miliar pada 2025 (Rp31,79 triliun).
Secara rinci, pendapatan ADRO disumbangkan dari lini jasa pertambangan sebesar US$1 miliar (Rp17,06 triliun).
Lalu segmen perdagangan batu bara sebesar US$968,8 juta (Rp16,43 triliun) dan pendapatan lainnya US$60,52 juta (Rp1,02 triliun
Pada periode yang sama, beban pokok pendapatan ADRO juga turun 2,67% (yoy) menjadi US$1,23 miliar (Rp20,98 triliun).
Sampai akhir 2025, ADRO memiliki aset senilai US$6,81 miliar (Rp115,62 triliun). Nilainya naik 1,71% secara tahunan (yoy).
(Baca: 6 Hari Perang AS-Israel vs Iran, Harga Minyak Mentah Naik 18%)