GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 26.696 kasus per Selasa, 15 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 188 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 2,03 persen.
(Baca: Jumlah Pasien Sembuh Harian Indonesia Urutan Ke-5 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 21.670 kasus.
Menyusul Thailand dengan pertumbuhan jumlah kasus Omicron secara mingguan mencapai 0,81 persen. Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini kemarin tercatat 18.591 jiwa, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 14.997 kasus (naik 3,65%), jumlah kasus Omicron di Filipina naik 0,77 persen menjadi 11.101 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan jumlah kasus Omicron di Vietnam adalah 4.196 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Jumlah Kasus Omicron Terbanyak Ada di Amerika dengan 1,9 Juta Kasus)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,52 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,46 juta kasus.