Neraca perdagangan Indonesia dengan India mengalami surplus US$ 6,65 miliar pada 2020. Namun demikian, angka surplus neraca perdagangan ini menurun -11,66% dibandingkan neraca tahun sebelumnya yang tercatat US$ 7,53 miliar.
Semakin turunnya neraca perdagangan ini, menurut data Trademap, disokong oleh nilai ekspor Indonesia yang mampu menembus angka US$ 10,41 miliar. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan kegiatan impor Indonesia dari India yang tercatat US$ 3,76 miliar.
Kegiatan ekspor Indonesia ke India, dalam satu tahun terakhir dalam tren turun. Tahun sebelumnya nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 11,82 miliar.
Adapun untuk impor, menurut data Trademap terjadi penurunan 12,37% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat di angka US$ 4,3 miliar.
Berdasarkan jenis produk, terdapat 10 produk utama andalan ekspor indonesia ke India yang terbukti mampu mencatatkan surplus selama 2020. Total nilai ekspor produk utama ini mencapai US$ 8,19 miliar.
Daftar 10 produk utama ekspor Indonesia ke India
- (HS 27) : Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka;zat bitumen;mineral..
- (HS 15) : Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya;Lemak yang dapat dimakan;satwa ..
- (HS 31) : Pupuk
- (HS 38) : Produk Kimia Lain -lain
- (HS 26) : Bijih, terak dan abu
- (HS 40) : Karet dan artikelnya
- (HS 28) : Bahan kimia anorganik;Senyawa organik atau anorganik dari logam mulia, dari logam langka-bumi ,..
- (HS 80) : Timah dan artikelnya
- (HS 44) : Kayu dan barang -barang kayu;arang kayu
- (HS 47) : Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya;kertas yang dipulihkan (limbah dan memo) atau..
Secara global neraca perdagangan untuk seluruh produk barang, kali ini lebih baik karena terjadi peningkatan pada beberapa produk jenis barang. Nilai total neraca perdagangan Indonesia tercatat US$ 21,68 miliar atau naik 703,56%. Dengan kata lain, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan. Tahun sebelumnya neraca perdagangan Indonesia dengan seluruh negara di dunia tercatat US$ -3,59 miliar.