Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 4,73 juta kasus pada Sabtu, 12 November 2022. Berdasarkan data GISAID, Djibouti tercatat memiliki penambahan kasus Omicron terbanyak, yaitu 505 kasus. Jumlah total kasus varian Omicron di Djibouti saat ini setara dengan 0,01 persen dari total kasus di dunia.
(Baca: 10 Negara dengan Kasus Omicron Terbanyak di Dunia (Sabtu, 12 November 2022))
Setelahnya Islandia di urutan kedua. Dibandingkan pekan sebelumnya, penambahan kasus Omicron di negara ini tumbuh 9,51 persen. Jumlah penambahan kasus Omicron di negara ini dilaporkan 2.003 jiwa. Sedangkan untuk statistik harian jumlah penambahan kasus Omicron terlihat naik 4,54 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.916 jiwa.
Berikutnya, penambahan kasus Omicron di Austria naik 4,18 persen menjadi 122,27 ribu kasus dibandingkan pekan sebelumnya, penambahan kasus Omicron di Indonesia naik 3,69 persen menjadi 26.352 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan penambahan kasus Omicron di Peru naik 2,82 persen menjadi 20.330 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
(Baca: Update Omicron : Total di Indonesia Ada 26.352 Kasus (Sabtu, 12 November 2022))
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data kemarin tercatat ada 26.352 kasus atau naik 0,46 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.