Indonesia membukukan impor dengan Wilayah Samudra Hindia Inggris US$ 18 ribu data per Desember 2021. Nilai tersebut naik 800% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat US$ dua ribu.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Wilayah Samudra Hindia Inggris, impor dalam 10 tahun terakhir telah berkurang sangat drastis. Terendah impor Indonesia adalah US$ dua ribu dan untuk impor tertinggi di angka US$ 0,35 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Wilayah Samudra Hindia Inggris, 0,04 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada satu produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Wilayah Samudra Hindia Inggris. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Bahan kimia organik
Bahan kimia organik dengan kode HS 29. Impor produk ini dari Wilayah Samudra Hindia Inggris berada di urutan pertama. Dari negara ini, Indonesia mengimpor US$ 18 ribu. Pada tahun sebelumnya Indonesia tidak mencatat adanya impor dari negara ini.
- Gabus dan artikel gabus
Di urutan kedua, impor Indonesia paling banyak adalah produk Gabus dan artikel gabus. Nilai impor dari Wilayah Samudra Hindia Inggris pada 2021 tercatat US$ 0 ribu. Pada tahun sebelumnya Indonesia tidak mencatat adanya impor dari negara ini.
- Alat, alat, peralatan makan, sendok dan garpu, dari logam dasar
Impor Alat, alat, peralatan makan, sendok dan garpu, dari logam dasar dari negara ini berada di urutan 170. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak US$ 0 ribu. Lima negara lain yang menjadi sumber impor Alat, alat, peralatan makan, sendok dan garpu, dari logam dasar adalah Cina, Jepang, Singapura, Korea, Republik dan Taipei, Cina.
- Artikel -artikel aksesoris pakaian dan pakaian, rajutan atau rajutan
Impor Artikel -artikel aksesoris pakaian dan pakaian, rajutan atau rajutan dari negara ini berada di urutan 170. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak US$ 0 ribu. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina, Bangladesh, Vietnam, Turki dan Kamboja.
- Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka
Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 77 negara. Impor Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka dari negara ini berada di urutan 166. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor senilai US$ 0 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka berasal dari Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat dan Nigeria.