Ini Negara Favorit Jadi Incaran Utama Hacker, RI Masuk Daftar?

Layanan konsumen & Kesehatan
1
Annissa Mutia 12/09/2022 17:00 WIB
Negara yang Paling Banyak Ditarget Hacker (Juli 2020-Juni 2021)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Kasus dugaan peretasan data kembali terjadi. Kali ini peretas (hacker) dengan identitas Bjorka mengklaim data pemerintahan Indonesia hingga meretas dokumen milik Presiden Joko Widodo pada periode 2019 sampai 2021. 

Peretas Bjorka setidaknya telah mengunggah 10 data terkait Indonesia dalam tiga pekan terakhir. Hacker Bjorka meretas dan mengunggah data Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kementerian dan lembaga (K/L), sim card ponsel hingga pejabat Indonesia.

Secara global, Indonesia tidak masuk daftar negara yang menjadi incaran peretas. Berdasarkan Microsoft Digital Defense Report 2021, Amerika Serikat merupakan negara yang paling banyak mendapatkan serangan peretas sejumlah negara di dunia pada periode Juli 2020 hingga Juni 2021.

Perusahaan teknologi tersebut menyusun laporan berfokus pada aktivitas kejahatan dunia maya yang didukung negara. Microsoft menyebut ada sekitar 48% serangan peretas menyasar Amerika sebagai sasaran utama. Ukraina menjadi negara target serangan peretasan dengan persentase 19%.

Negara yang menjadi target serangan hacker lainnya, yaitu Inggris (9%), Belgia (3%), Jepang (3%), Jerman (3%), Israel (2%), Moldova (2%), Portugal (1%), Arab Saudi (1%), dan lainnya (11%).

(baca: Ragam Motif Hacker, dari Jualan Data sampai Dendam Pribadi)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.