Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada tiga kabupaten/kota dengan rerata vaksinasi mingguan di atas rata-rata di Kalimantan Utara yang saat ini tercatat 539,4 dosis data per Rabu, 01 Juni 2022.
(Baca: 3,89 Juta Warga DKI Jakarta Sudah Vaksin Booster, Wilayah Mana Terbanyak?)
Rerata vaksinasi tiga kabupaten/kota teratas dengan angka di atas 700 dosis adalah kota Tarakan, Nunukan dan Bulungan dengan masing-masing nilai 966 dosis, 840 dosis dan 673 dosis.
Kota Tarakan mencatatkan rerata vaksinasi mingguan tertinggi di Kalimantan Utara dengan vaksinasi 966 dosis. Adapun pemakaian vaksin sampai dengan kemarin tercatat 363,74 ribu dosis. Dalam rekapitulasi data dashboard nasional, pencapaian vaksinasi lengkap di wilayah ini sudah 84,19 persen.
Menurut Kementerian Kesehatan, stok vaksin yang tersedia di kota ini akan segera habis dalam 30 hari ke depan. Sisa hari pemakaian ini diperhitungkan dari sisa stok yang tercatat tinggal 29.412 dosis dan penggunaan vaksin merupakan yang tertinggi di Kalimantan Utara.
Menyusul Nunukan dengan catatan vaksinasi 840 dosis. Stok vaksin yang tersedia saat ini adalah 28.206 dosis. Stok ini diperkirakan akan habis dalam 33 hari ke depan.
Kemudian Bulungan dengan rerata vaksinasi mingguan 673 dosis kini untuk cakupan vaksinasi lengkap telah mencapai 81,9 persen, Malinau dengan vaksinasi 137 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 77,55% dan Tana Tidung dengan vaksinasi 81 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 82,8%
(Baca: Update Vaksinasi : Dosis 3 di Kota Mojokerto Sudah 44,22% (Rabu, 01 Juni 2022))
Wilayah di luar Jawa dengan nilai rerata vaksinasi tertinggi beberapa di antaranya adalah Simalungun, Rokan Hulu dan Lampung Tengah dengan masing-masing rerata vaksinasi yakni 7.506 dosis, 6.305 dosis dan 6.083 dosis.
Meski penularan Covid-19 di sebagian wilayah telah turun, pemerintah mengimbau agar semua orang ikut mengurangi transmisi Covid-19 dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tak berkerumun dan mengurangi mobilitas turut berkontribusi menekan laju penularan virus corona.