Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Kendari, pada 2024 tercatat Rp30,02 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,81% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp28,26 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,86%.
(Baca: Prakiraan Cuaca di Majene 01-12 Jan/26)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 355,67 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp80.970 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 117.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor konstruksi menjadi unggulan.
Sektor konstruksi di Kota Kendari merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp5,7 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp5,38 jutajuta.
Setelahnya sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,22% menjadi Rp5,31 jutajuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan diurutan ketiga dengan PDRB Rp3,9 jutajuta (2,78%).
(Baca: Lima Gempa Bumi Terakhir yang Tercatat di BMKG (Sabtu, 03 Januari 2026 17:55:29 WIB))
Terakhir, PDRB di Kota Kendari, untuk urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan nilai Rp2,6 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 5,96% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp2,39 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Kendari pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Kendari ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 17,05%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.